Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 50-78-2

Acetylsalicylic Acid, CAS 50-78-2, TCI A2262

Acetylsalicylic Acid, CAS 50-78-2, TCI A2262

Identitas Kimia

Nama lain
ASA
No. CAS
50-78-2
PubChem
CID 2244·SID 87561583
Rumus molekul
C9H8O4
Berat molekul
180.16 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)(T)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2-acetyloxybenzoic acid
SMILES
CC(=O)OC1=CC=CC=C1C(=O)O
InChIKey
BSYNRYMUTXBXSQ-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 530.250,00
Harga reguler Rp 386.400,00 Harga obral Rp 530.250,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Acetylsalicylic Acid (Aspirin) adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam berbagai eksperimen kimia dan farmakologi. Sebagai salah satu senyawa pembangun dasar (building block), aspirin memiliki peran penting dalam sintesis senyawa lain, terutama dalam reaksi esterifikasi dan hidrolisis. Bahan ini sering digunakan dalam laboratorium untuk menguji reaktivitas senyawa organik, serta sebagai bahan baku dalam produksi obat-obatan. Dalam konteks pendidikan, aspirin juga digunakan untuk memperkenalkan konsep dasar kimia organik kepada mahasiswa dan peneliti pemula.

Aspirin memiliki sifat kimia yang stabil dan mudah tersedia, sehingga menjadi pilihan yang ideal untuk eksperimen laboratorium. Senyawa ini bersifat padat, berwarna putih, dan mudah larut dalam pelarut organik seperti etil asetat. Sifat fisik dan kimia yang sederhana memudahkan proses pemrosesan dan penggunaan dalam berbagai kondisi laboratorium. Selain itu, aspirin tidak mengandung bahan beracun atau berbahaya yang memerlukan pengendalian khusus, sehingga meminimalkan risiko keselamatan.

Di laboratorium Indonesia, aspirin sering digunakan dalam penelitian kimia, pendidikan tinggi, dan industri farmasi. Bahan ini menjadi bagian dari kurikulum kimia organik di berbagai universitas dan sekolah menengah atas. Selain itu, aspirin juga digunakan dalam pengujian kualitas air dan lingkungan, serta dalam pengembangan produk farmasi lokal. Ketersediaan dan kestabilan aspirin menjadikannya bahan yang sangat relevan dan praktis dalam berbagai aplikasi laboratorium di Indonesia.

  • Eksperimen sintesis senyawa organik untuk mempelajari reaksi esterifikasi
  • Uji reaktivitas senyawa dalam proses hidrolisis dan degradasi
  • Pengujian kualitas air untuk mengetahui kadar senyawa organik terlarut
  • Pendidikan kimia organik di universitas dan sekolah menengah atas
  • Penelitian tentang efek farmakologis dan mekanisme kerja obat-obatan

Merek TCI
Nomor CAS 50-78-2
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25g, 500g
Bentuk fisik Padat, berwarna putih
Penyimpanan Simpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari cahaya langsung

Aspirin harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Karena sifatnya yang stabil, aspirin tidak memerlukan kondisi penyimpanan yang ekstrem. Namun, dalam penggunaan, perlu diperhatikan kebersihan wadah dan penghindaran kontak dengan bahan kimia berbahaya. Selain itu, dalam laboratorium, aspirin harus ditangani dengan hati-hati untuk mencegah paparan langsung ke kulit atau mata.

  • Case Medical Research (2019). Summary of opinion: Clopidogrel / Acetylsalicylic acid Mylan,clopidogrel / acetylsalicylic acid. Case Medical Research doi:10.31525/cmr-21e0302
  • Case Medical Research (2019). Summary of opinion: Clopidogrel / Acetylsalicylic acid Mylan,clopidogrel / acetylsalicylic acid. Case Medical Research doi:10.31525/cmr-21d4783
  • Damme (1995). Effects of Acetylsalicylic Acid on Hepatic Cytochrome P450 2E1 in Rats. Toxicology Letters doi:10.1016/03784-2749(59)4699h-

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

Kategori Produk

Life Science