Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 53-86-1

Indomethacin TCI I0655

Indomethacin TCI I0655

Identitas Kimia

No. CAS
53-86-1
PubChem
CID 3715·SID 87561687
Rumus molekul
C19H16ClNO4
Berat molekul
357.8 g/mol
Kemurnian
>98.0%(HPLC)(T)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2-[1-(4-chlorobenzoyl)-5-methoxy-2-methylindol-3-yl]acetic acid
SMILES
CC1=C(C2=C(N1C(=O)C3=CC=C(C=C3)Cl)C=CC(=C2)OC)CC(=O)O
InChIKey
CGIGDMFJXJATDK-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 1.538.250,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.538.250,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Indomethacin adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam penelitian ilmu kehidupan, terutama dalam pembuatan model penyakit pada hewan. Bahan ini memiliki aktivitas anti-inflamasi, antipiretik, dan analgesik yang kuat, sehingga menjadi bahan penting dalam studi penyakit inflamasi dan respons imun. Dalam laboratorium, Indomethacin sering digunakan untuk mengeksplorasi mekanisme penyakit dan pengaruh obat pada sistem biologis. Karena sifatnya yang stabil dan mudah tersedia, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam berbagai eksperimen terkait penyakit kronis dan peradangan.

Indomethacin memiliki struktur kimia yang khas, dengan kemampuan untuk menghambat enzim siklooksigenase (COX), yang berperan penting dalam sintesis prostaglandin. Sifat ini menjadikannya sangat relevan dalam penelitian obat dan terapi inflamasi. Karena sifatnya yang tidak mudah terurai dan memiliki konsistensi tinggi, Indomethacin cocok untuk penggunaan jangka panjang dalam eksperimen laboratorium. Selain itu, senyawa ini memiliki daya tahan terhadap kondisi lingkungan tertentu, sehingga memudahkan penyimpanan dan penggunaan.

Di laboratorium Indonesia, Indomethacin digunakan dalam berbagai penelitian terkait penyakit inflamasi, seperti arthritis dan penyakit autoimun. Bahan ini juga sering ditemukan dalam studi farmakologi dan pengembangan obat baru. Karena kehandalannya dalam eksperimen, Indomethacin menjadi bahan yang sangat diminati oleh peneliti di berbagai institusi riset di Indonesia.

  • Pengujian model penyakit inflamasi untuk memahami mekanisme penyakit
  • Penelitian efek anti-inflamasi obat pada hewan percobaan
  • Pengembangan terapi obat untuk penyakit kronis seperti arthritis
  • Eksperimen farmakologi untuk mengevaluasi aktivitas obat
  • Studi respons imun terhadap peradangan dan inflamasi

Merek TCI
Nomor CAS 53-86-1
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Biochemicals and Reagents
Ukuran kemasan 25g, 100g, 500g
Bentuk fisik Serbuk kristalin
Penyimpanan Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan

Indomethacin harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya matahari langsung dan kelembapan. Penyimpanan di suhu kamar yang stabil sangat disarankan. Bahan ini bersifat kimia yang relatif stabil, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Dalam penggunaan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung. Selain itu, pastikan bahwa area penyimpanan tetap kering dan tidak terkontaminasi oleh bahan kimia lain.

  • ROSENFELD (1990). Why Use Indomethacin?. Pediatrics doi:10.1542/peds.86.1.146a
  • Yamamiya dkk. (2020). Usefulness of post-endoscopic retrograde cholangiopancreatography pancreatitis prevention by high dose rectal indomethacin. Digestive Medicine Research doi:10.21037/dmr-20-80
  • Pornsopone dkk. (2006). Electrospun Methacrylate-Based Copolymer/Indomethacin Fibers and Their Release Characteristics of Indomethacin. Journal of Polymer Research doi:10.1007/s10965-006-9080-8

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

Referensi dari brosur TCI

  1. Jong Hyun Kim. Dissecting exosome inhibitors: therapeutic insights into small-molecule chemicals against cancer Experimental & Molecular Medicine, 2022. doi:10.1038/s12276-022-00898-7
  2. Jamie Ghuman. Structural Basis of the Drug-binding Specificity of Human Serum Albumin Journal of Molecular Biology, 2005. doi:10.1016/j.jmb.2005.07.075
  3. Masaki OTAGIRI. Study on Binding of Drug to Serum Protein YAKUGAKU ZASSHI, 2009. doi:10.1248/yakushi.129.413