Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 22071-15-4

Ketoprofen TCI K0038

Ketoprofen TCI K0038

Identitas Kimia

No. CAS
22071-15-4
PubChem
CID 3825·SID 87571970
Rumus molekul
C16H14O3
Berat molekul
254.28 g/mol
Kemurnian
>98.0%(HPLC)(T)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2-(3-benzoylphenyl)propanoic acid
SMILES
CC(C1=CC(=CC=C1)C(=O)C2=CC=CC=C2)C(=O)O
InChIKey
DKYWVDODHFEZIM-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 2.942.100,00
Harga reguler Rp 2.072.700,00 Harga obral Rp 2.942.100,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Ketoprofen adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen ilmiah, terutama dalam bidang biofarmakologi dan biokimia. Sebagai inhibitor enzim, ketoprofen berperan dalam menekan aktivitas enzim tertentu yang terlibat dalam proses metabolisme dan reaksi kimia. Bahan ini sering digunakan dalam penelitian untuk memahami mekanisme kerja obat dan efeknya terhadap tubuh. Dalam laboratorium, ketoprofen bisa menjadi bahan penting untuk pengujian klinis dan penelitian obat.

Ketoprofen memiliki sifat kimia yang stabil dan mudah terlarut dalam pelarut organik. Karena sifat ini, bahan ini mudah digunakan dalam berbagai reaksi kimia dan proses sintesis. Selain itu, ketoprofen juga memiliki daya reaktivitas yang tinggi, sehingga cocok untuk eksperimen yang memerlukan interaksi kimia aktif. Karena keandalannya dalam berbagai kondisi laboratorium, ketoprofen sering dipilih sebagai bahan baku dalam penelitian ilmiah.

Dalam konteks laboratorium Indonesia, ketoprofen digunakan untuk penelitian farmakologi, biofarmakologi, dan penelitian kesehatan masyarakat. Bahan ini juga dapat dimanfaatkan dalam pengembangan obat baru dan uji efektivitas obat. Dengan adanya ketoprofen, para peneliti dapat melakukan eksperimen yang lebih akurat dan relevan dengan kebutuhan medis di Indonesia.

  • Penelitian farmakologi untuk mengevaluasi efek obat pada tubuh
  • Uji aktivitas enzim untuk memahami mekanisme metabolisme
  • Pengembangan obat baru dengan pendekatan biokimia
  • Eksperimen tentang inflamasi dan respons imun tubuh
  • Analisis kualitatif dan kuantitatif senyawa dalam sampel biologis

Merek TCI
Nomor CAS 22071-15-4
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Biochemicals and Reagents
Ukuran kemasan 25g
Bentuk fisik Padat (serbuk)
Penyimpanan Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari cahaya langsung

Ketoprofen harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Tempat penyimpanan yang ideal adalah dalam ruangan sejuk dan kering dengan suhu tidak lebih dari 25°C. Saat memanjangkannya, pastikan menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung. Selalu pastikan bahwa bahan ini tidak tercampur dengan bahan kimia lain yang tidak kompatibel.

  • Department of Pharmaceutics and Industrial Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Al-Azhar University Nasr City, Cairo, Egypt dkk. (2013). Effect of Some Formulation Variables on the Entrapment Efficiency and in Vitro Release of Ketoprofen from Ketoprofen Niosomes. Journal of Life Medicine doi:10.14511/jlm.2013.010201
  • (2021). Acenocoumarol/ketoprofen interaction. Reactions Weekly doi:10.1007/s40278-021-07280-2
  • Graziosi dkk. (2025). Ketoprofen Lysine Salt vs. Ketoprofen Acid: Assessing the Evidence for Enhanced Safety and Efficacy. Life doi:10.3390/life15040659

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

Referensi dari brosur TCI

  1. Jamie Ghuman. Structural Basis of the Drug-binding Specificity of Human Serum Albumin Journal of Molecular Biology, 2005. doi:10.1016/j.jmb.2005.07.075
  2. Masaki OTAGIRI. Study on Binding of Drug to Serum Protein YAKUGAKU ZASSHI, 2009. doi:10.1248/yakushi.129.413