Ibuprofen adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam berbagai penelitian ilmiah dan laboratorium. Sebagai obat anti-inflamasi non-steroid (NSAID), ibuprofen memiliki kemampuan untuk menghambat enzim siklooksigenase, yang berperan dalam produksi mediator inflamasi. Dalam konteks laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk pengembangan obat, uji toksisitas, serta studi tentang mekanisme aksi obat. Ibuprofen juga ditemukan dalam berbagai penelitian biokimia yang berkaitan dengan metabolisme obat dan interaksi farmakologis.
Ibuprofen memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat larut dalam pelarut organik seperti etil asetat dan aseton. Karena sifat ini, senyawa ini mudah digunakan dalam berbagai reaksi kimia dan proses sintesis. Selain itu, ibuprofen memiliki daya larut yang baik dalam air, sehingga memudahkan dalam proses pemisahan dan analisis. Karena kestabilannya dan kemampuannya untuk berinteraksi dengan berbagai molekul biologis, ibuprofen menjadi pilihan yang tepat dalam berbagai eksperimen laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, ibuprofen sering digunakan dalam penelitian farmakologi, biokimia, dan ilmu kesehatan. Bahan ini juga digunakan dalam pengujian kualitas obat dan analisis komponen kimia dalam sampel biologis. Dengan ketersediaan yang luas dan kegunaan yang beragam, ibuprofen menjadi bahan yang sangat relevan dalam berbagai studi ilmiah di Indonesia.
- Uji aktivitas anti-inflamasi untuk pengembangan obat baru
- Analisis komponen kimia dalam sampel obat dan produk farmasi
- Penelitian tentang mekanisme aksi obat dan interaksi farmakologis
- Pengujian toksisitas pada berbagai model biologis
- Sintesis senyawa kimia sebagai bahan baku dalam produksi obat
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 15687-27-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Biochemicals and Reagents |
| Ukuran kemasan | 25g, 100g, 500g |
| Bentuk fisik | Padat (serbuk) |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Ibuprofen harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari paparan cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Penyimpanan dalam lingkungan kering dan sejuk sangat dianjurkan. Saat menangani bahan ini, penting untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau inhalasi. Selain itu, bahan ini harus dihindari dari paparan panas dan kelembapan berlebihan, karena dapat memengaruhi kualitas dan kestabilan senyawa.
- (2012). Ibuprofen/rivaroxaban. Reactions Weekly doi:10.1007/s40278-012-0231-x
- (2014). Ibuprofen. Reactions Weekly doi:10.1007/s40278-014-9578-5
- (2023). Ibuprofen Likely Not the Right Choice for Empiric PDA Therapy. AAP Grand Rounds doi:10.1542/gr.49-3-27
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

