Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 22204-53-1

(S)-(+)-2-(6-Methoxy-2-naphthyl)propionic Acid TCI M1021

(S)-(+)-2-(6-Methoxy-2-naphthyl)propionic Acid TCI M1021

Identitas Kimia

No. CAS
22204-53-1
PubChem
CID 156391·SID 87572993
Rumus molekul
C14H14O3
Berat molekul
230.26 g/mol
Kemurnian
>99.0%(GC)(T)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
(2S)-2-(6-methoxynaphthalen-2-yl)propanoic acid
SMILES
C[C@@H](C1=CC2=C(C=C1)C=C(C=C2)OC)C(=O)O
InChIKey
CMWTZPSULFXXJA-VIFPVBQESA-N
Harga reguler Rp 2.174.550,00
Harga reguler Harga obral Rp 2.174.550,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI M1021 (S)-(+)-2-(6-Methoxy-2-naphthyl)propionic Acid adalah asam karboksilat aril propionat kiral berkerangka naftalena termetoksi, yang dikenal luas sebagai naproksen, yaitu senyawa antiinflamasi nonsteroid penghambat enzim siklooksigenase. Produk ini dikelompokkan pada kategori enzim, penghambat enzim, dan substrat enzim dalam lini ilmu hayati. Di laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan rujukan dan alat penelitian, baik untuk uji penghambatan enzim, pengembangan serta validasi metode analisis, maupun sebagai senyawa model dalam kajian formulasi dan pelepasan bahan aktif.

Sifat yang membuatnya penting adalah kemurnian konfigurasi enansiomer S yang menentukan aktivitas biologisnya, sebab bentuk kiral berperan besar pada pengenalan oleh sisi aktif enzim. Gugus asam karboksilat memberi sifat asam lemah dan kelarutan yang bergantung pada pH, sehingga perilakunya mudah diatur dalam sistem dapar untuk keperluan uji maupun analisis. Inti naftalena yang terkonjugasi memberikan serapan ultraviolet dan sifat fluoresensi yang berguna untuk deteksi pada kromatografi cair kinerja tinggi. Kombinasi kekiralan, gugus asam, dan gugus kromofor inilah yang membuat senyawa ini sering menjadi bahan uji standar.

Di Indonesia, bahan ini banyak digunakan pada laboratorium farmasi, kimia analitik, dan bioteknologi di perguruan tinggi, laboratorium pengujian, serta unit penelitian dan pengembangan industri farmasi. Pilihan kemasan 25 gram dan 500 gram mengakomodasi baik kebutuhan analisis skala laboratorium maupun pekerjaan pengembangan yang memerlukan bahan lebih banyak. Ketersediaan enansiomer tunggal juga mendukung riset pemisahan kiral yang kini makin banyak dikerjakan di tanah air.

  • Uji penghambatan enzim siklooksigenase, karena senyawa ini merupakan penghambat yang mapan sehingga cocok sebagai pembanding positif dalam penapisan senyawa baru.
  • Standar rujukan analisis farmasi, sebab inti naftalena termetoksinya memberi serapan ultraviolet kuat yang memudahkan deteksi pada kromatografi cair kinerja tinggi.
  • Pengembangan dan validasi metode pemisahan kiral, karena tersedia sebagai enansiomer tunggal sehingga dapat dipakai menguji selektivitas kolom fase diam kiral.
  • Riset formulasi dan uji disolusi, sebab kelarutannya yang bergantung pada pH menjadikannya model baik untuk mempelajari perilaku pelepasan bahan aktif asam.
  • Kajian metabolisme dan ikatan protein plasma, karena senyawa ini sering dipakai sebagai probe pada penelitian farmakokinetika dan interaksi obat di tingkat laboratorium.

Merek TCI
Nomor CAS 22204-53-1
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Life Science > Biochemicals and Reagents > Enzymes, Enzyme Inhibitors, Enzyme Substrates
Ukuran kemasan 25 g dan 500 g
Bentuk fisik serbuk kristalin
Penyimpanan simpan sejuk dan kering, terlindung dari cahaya, wadah tertutup rapat

Simpan bahan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya langsung agar kemurnian serta konfigurasi kiralnya tetap terjaga selama masa pemakaian. Karena berbentuk serbuk halus, penimbangan sebaiknya dilakukan dengan hati-hati untuk mencegah debu beterbangan, dan gunakan masker atau lemari timbang bila menangani jumlah besar. Kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta cuci tangan setelah bekerja. Karena senyawa ini aktif secara farmakologis, hindari penghirupan dan kontak kulit yang berulang, dan pisahkan peralatan penimbangan dari bahan lain untuk mencegah kontaminasi silang.

—