5-Fluorocytidine (5-FC) adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai penelitian biokimia dan biomedis. Sebagai nukleosida, 5-FC memiliki kemampuan untuk berikatan dengan asam nukleat, sehingga menjadi bahan penting dalam studi tentang sintesis DNA dan RNA. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai substrat atau inhibitor dalam reaksi enzimatik, serta dalam pengembangan obat anti-kanker dan antiviral.
5-Fluorocytidine memiliki struktur kimia yang mirip dengan sitidin, sehingga dapat diubah menjadi 5-fluorourasil oleh enzim kinasa sitidil. Sifat ini menjadikannya bahan yang sangat relevan dalam penelitian tentang mekanisme aksi obat dan metabolisme nukleotida. Karena kemurniannya dan stabilitasnya, 5-FC sering dipilih sebagai bahan baku dalam sintesis senyawa kompleks.
Di laboratorium Indonesia, 5-Fluorocytidine digunakan dalam penelitian kesehatan masyarakat, farmakologi, dan bioteknologi. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan senyawa ini untuk studi terkait penyakit infeksi, terapi gen, dan pengembangan vaksin. Ketersediaan produk berkualitas seperti ini mendukung kemajuan ilmu pengetahuan di Indonesia.
- Penelitian tentang mekanisme aksi obat anti-kanker dan antiviral
- Pengembangan vaksin dan terapi imunologi berbasis nukleotida
- Studi metabolisme nukleotida dalam sel manusia dan hewan
- Uji aktivitas enzim kinasa sitidil dalam reaksi biokimia
- Analisis interaksi senyawa kimia dalam sistem biologis
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 2341-22-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Nucleosides, Nucleotides, Oligonucleotides |
| Ukuran kemasan | 1g |
| Bentuk fisik | Serbuk kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
5-Fluorocytidine harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan cahaya langsung dan kelembapan. Karena sifatnya sebagai senyawa kimia aktif, produk ini harus ditangani dengan hati-hati, menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Pastikan wadah tidak rusak atau bocor untuk mencegah kontaminasi dan keracunan.
- (1995). Cellular pharmacology of β - L - dideoxycytidine, β - L - 2′, 3′ dideoxy - 5 - fluorocytidine, and β - D - 2′, 3′ dideoxy - 5 - fluorocytidine. Antiviral Research doi:10.1016/0166-3542(95)94725-h
- Desmoulin dkk. (2003). Isolation of an unknown metabolite of capecitabine, an oral 5-fluorouracil prodrug, and its identification by nuclear magnetic resonance and liquid chromatography–tandem mass spectrometry as a glucuroconjugate of 5′-deoxy-5-fluorocytidine, namely 2′-(β-d-glucuronic acid)–5′-deoxy-5-fluorocytidine. Journal of Chromatography B doi:10.1016/s1570-0232(03)00319-2
- (2000). 1 L-enantiomers of 2′- and 3′-azido-2′,3′-dideoxy-5-fluorocytidine: Stereospecific synthesis and antiviral activity. Antiviral Research doi:10.1016/s0166-3542(00)90332-2
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
