Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 111771-08-5

2-Fluoro-6-iodobenzoic Acid TCI F0796

2-Fluoro-6-iodobenzoic Acid TCI F0796

Identitas Kimia

No. CAS
111771-08-5
PubChem
CID 2733302·SID 135727138
Rumus molekul
C7H4FIO2
Berat molekul
266.01 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)(T)
Basis data rujukan
ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2-fluoro-6-iodobenzoic acid
SMILES
C1=CC(=C(C(=C1)I)C(=O)O)F
InChIKey
CYCXAPWOBWWNRK-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL00042289
Harga reguler Rp 823.200,00
Harga reguler Harga obral Rp 823.200,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI F0796 2-Fluoro-6-iodobenzoic Acid adalah asam benzoat tersubstitusi ganda yang membawa atom fluor dan atom iodium pada kedua posisi orto terhadap gugus karboksilat. Struktur ini menjadikannya bahan antara bernilai tinggi dalam sintesis organik karena menyediakan tiga titik reaksi berbeda dalam satu molekul. Gugus karboksilat dapat diamidasi atau diesterifikasi, atom iodium berfungsi sebagai pegangan untuk reaksi kopling silang berkatalis logam transisi, sementara atom fluor menyumbang pengaruh elektronik sekaligus dapat berperan dalam reaksi substitusi nukleofilik aromatik.

Sifat paling menonjol dari senyawa ini adalah ikatan karbon–iodium yang relatif lemah dan sangat reaktif terhadap adisi oksidatif pada katalis paladium. Karena itu, senyawa ini mudah diikutsertakan pada reaksi Suzuki–Miyaura, Sonogashira, Heck, maupun kopling Ullmann tanpa memerlukan kondisi yang terlalu keras. Kombinasi halogen dan gugus karboksilat yang berdekatan juga memudahkan strategi siklisasi menuju kerangka lakton, isokumarin, dan berbagai heterosiklik terkondensasi. Senyawa ini umumnya berupa padatan kristalin berwarna putih hingga hampir putih yang stabil pada penyimpanan normal.

Kelompok riset kimia medisinal dan laboratorium sintesis organik di Indonesia memanfaatkan bahan ini ketika membangun molekul kompleks yang memerlukan fungsionalisasi bertahap. Kemasan 1 g dan 5 g memungkinkan peneliti memulai dengan uji kondisi kopling dalam skala kecil, lalu meningkatkan skala setelah rute reaksi terbukti berjalan baik, sehingga penggunaan anggaran penelitian menjadi lebih efisien dan terarah.

  • Kopling Suzuki–Miyaura: ikatan karbon–iodium bereaksi dengan asam boronat membentuk biaril tersubstitusi yang menjadi kerangka umum senyawa obat.
  • Kopling Sonogashira: iodium digantikan gugus alkinil, membuka jalur menuju sistem terkonjugasi dan siklisasi lanjutan menjadi heterosiklik terkondensasi.
  • Sintesis lakton dan isokumarin: gugus karboksilat orto bekerja sama dengan halogen tetangga untuk penutupan cincin secara intramolekul.
  • Pembentukan amida dan ester: gugus asam diaktivasi lalu direaksikan dengan amina maupun alkohol untuk memperluas keragaman struktur molekul target.
  • Prekursor benzuna dan kimia arinu: pola orto-fluoro-halo dimanfaatkan pada kajian mekanistik dan sintesis senyawa aromatik terfungsionalisasi.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry)
Nomor CAS 111771-08-5
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Fluorinated Building Blocks
Ukuran kemasan 1 g dan 5 g
Bentuk fisik umumnya padatan kristalin berwarna putih hingga hampir putih
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, kering, terlindung cahaya, dalam wadah tertutup rapat

Senyawa aril iodida sebaiknya disimpan terlindung dari cahaya karena paparan sinar dalam waktu lama dapat memicu penguraian ringan yang ditandai munculnya warna kekuningan. Gunakan botol asli atau wadah kaca gelap yang tertutup rapat, simpan di tempat sejuk dan kering, serta jauhkan dari oksidator kuat dan basa kuat. Sebagai asam organik padat, bahan ini bersifat iritan terhadap kulit, mata, dan saluran pernapasan, sehingga penimbangan dilakukan di lemari asam dengan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium. Hindari terbentuknya debu halus saat menuang. Tumpahan diseka kering, dikumpulkan dalam wadah berlabel, dan dibuang sesuai prosedur limbah kimia laboratorium.

—