Fenhexamid adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai aplikasi laboratorium terutama dalam bidang biokimia dan antibiotik. Bahan ini memiliki struktur kimia kompleks yang memungkinkan penggunaannya dalam penelitian mikrobiologi dan pengujian bahan aktif farmakologis. Fenhexamid sering digunakan sebagai agen penghambat pertumbuhan bakteri, terutama pada bakteri Gram positif. Dalam laboratorium, senyawa ini menjadi alat penting untuk mengontrol pertumbuhan mikroba dalam media kultur atau dalam uji sensitivitas antibiotik.
Fenhexamid memiliki sifat kimia stabil dalam kondisi tertentu dan dapat larut dalam pelarut organik seperti etil asetat atau aseton. Karakteristik ini membuatnya mudah untuk digunakan dalam berbagai metode analisis kimia dan biokimia. Selain itu, senyawa ini memiliki daya hambat yang baik terhadap bakteri patogenik, sehingga menjadi pilihan yang tepat untuk penelitian terkait pengendalian infeksi dan pengembangan obat baru.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, Fenhexamid digunakan secara luas oleh peneliti dan institusi riset untuk keperluan uji laboratorium, pengembangan produk farmasi, serta penelitian mikrobiologi. Bahan ini menjadi bagian penting dalam proses penelitian yang memerlukan pengendalian pertumbuhan bakteri dan pengujian aktivitas antimikroba.
- Uji sensitivitas bakteri untuk menentukan efektivitas antibiotik
- Pengembangan produk farmasi dengan aktivitas antimikroba
- Penelitian mikrobiologi untuk mengidentifikasi patogenik dan pengendalian infeksi
- Pengujian bahan aktif dalam formulasi obat
- Analisis kimia untuk menentukan kandungan senyawa aktif dalam sampel
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 126833-17-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Antibiotics |
| Ukuran kemasan | 200mg, 1g |
| Bentuk fisik | Serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Fenhexamid harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, serta jauh dari paparan sinar matahari langsung. Karena sifat kimianya, bahan ini sebaiknya disimpan dalam lingkungan yang terkontrol untuk mencegah reaksi kimia yang tidak diinginkan. Selama penyimpanan, pastikan wadah tidak terbuka dan tidak terpapar kelembapan berlebihan. Dalam penanganan, gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk meminimalkan risiko kontak langsung dengan bahan tersebut.
- Malandrakis dkk. (2013). Baseline sensitivity of Monilinia laxa from Greece to fenhexamid and analysis of fenhexamid-resistant mutants. Crop Protection doi:10.1016/j.cropro.2012.12.009
- European Food Safety Authority (2014). Reasoned opinion on the modification of the MRLs for fenhexamid in various berries. EFSA Journal doi:10.2903/j.efsa.2014.3785
- European Food Safety Authority (2014). Conclusion on the peer review of the pesticide risk assessment of the active substance fenhexamid. EFSA Journal doi:10.2903/j.efsa.2014.3744
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.


