TCI H1876 adalah 7,4'-Di-O-methylapigenin, turunan flavon yang berasal dari kerangka apigenin dengan dua gugus hidroksil termetilasi pada posisi tujuh dan empat aksen. Senyawa bahan alam termetilasi semacam ini menarik perhatian peneliti karena metilasi mengubah sifat fisikokimia sekaligus perilaku biologis flavonoid induknya. Di laboratorium, bahan murni ini umumnya dipakai sebagai baku pembanding pada analisis ekstrak tumbuhan, sebagai senyawa uji dalam penapisan aktivitas biologis, serta sebagai rujukan untuk memastikan identitas komponen yang terdeteksi dalam campuran fitokimia yang kompleks.
Sifat yang membuatnya dipilih adalah berkurangnya jumlah gugus hidroksil bebas akibat metilasi, yang membuat molekul lebih lipofilik dan umumnya lebih stabil terhadap oksidasi dibanding apigenin biasa. Peningkatan lipofilisitas ini juga memengaruhi kelarutan, sehingga larutan induk biasanya disiapkan dalam pelarut organik seperti metanol, dimetil sulfoksida, atau campuran yang sesuai sebelum diencerkan. Kerangka flavon yang terkonjugasi tetap memberikan serapan ultraviolet khas sehingga senyawa mudah dideteksi pada sistem HPLC berdetektor photodiode array, dan pola fragmentasinya pada spektrometri massa membantu membedakannya dari flavonoid lain yang berkerabat dekat.
Di Indonesia, bahan pembanding flavonoid termetilasi seperti ini dibutuhkan laboratorium farmakognosi, pusat riset bahan alam, serta laboratorium yang menekuni penapisan senyawa bioaktif dari tumbuhan tropis. Kemasan 25 mg umumnya memadai untuk pembuatan larutan baku dan seri kalibrasi pada beberapa rangkaian analisis, sesuai dengan pola pemakaian baku pembanding yang biasanya digunakan dalam jumlah sangat kecil. Penyimpanan terlindung cahaya di lemari pendingin menjadi praktik standar agar senyawa tetap terjaga mutunya selama masa penelitian berlangsung.
- Baku pembanding analisis HPLC dan LC-MS ekstrak tumbuhan, karena identifikasi flavonoid termetilasi memerlukan senyawa autentik untuk memastikan kecocokan waktu retensi.
- Penapisan aktivitas biologis in vitro, sebab senyawa murni diperlukan agar efek yang teramati dapat dikaitkan pada satu komponen dan bukan campuran ekstrak.
- Kajian hubungan struktur dan aktivitas flavonoid, karena perbandingan bentuk termetilasi dengan aglikon induknya memperjelas peran gugus hidroksil bebas terhadap aktivitas.
- Studi metabolisme dan stabilitas senyawa fenolik, di mana turunan termetilasi menjadi model untuk memahami pengaruh metilasi terhadap ketahanan molekul.
- Penelitian fitokimia tumbuhan tropis, sebab pembanding murni membantu peneliti memastikan bahwa senyawa yang diisolasi dari simplisia benar-benar sesuai dugaan struktur.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 5128-44-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Antibiotics |
| Ukuran kemasan | 25 mg |
| Bentuk fisik | padatan (serbuk, umumnya berwarna kekuningan seperti senyawa flavon lain) |
| Penyimpanan | simpan dingin, kering, dan terlindung cahaya sesuai keterangan label pemasok |
Simpan vial dalam keadaan tertutup rapat di tempat dingin, kering, dan terlindung dari cahaya langsung, mengikuti anjuran pada label pemasok, karena senyawa flavonoid umumnya peka terhadap cahaya dan panas. Gunakan wadah sekunder gelap atau bungkus vial dengan aluminium foil bila disimpan di rak terbuka. Biarkan vial mencapai suhu ruang sebelum dibuka agar tidak terjadi pengembunan pada serbuk yang dingin. Karena kemasannya kecil, timbanglah dengan neraca analitik dan spatula mikro yang bersih untuk menghindari kehilangan bahan. Kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium selama penanganan.
- Misawa dkk. (2013). Concise synthesis of flavocommelin, 7-O-methylapigenin 6-C-, 4′-O-bis-β-d-glucoside, a component of the blue supramolecular pigment from Commelina communis. Carbohydrate Research doi:10.1016/j.carres.2013.03.016
- Marder dkk. (2003). 6-Methylapigenin and hesperidin: new valeriana flavonoids with activity on the CNS. Pharmacology Biochemistry and Behavior doi:10.1016/s0091-3057(03)00121-7
- Wasowski dkk. (2002). Isolation and Identification of 6-Methylapigenin, a Competitive Ligand for the Brain GABAAReceptors, fromValeriana wallichii. Planta Medica doi:10.1055/s-2002-34936
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
