Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 41743-73-1

Irisflorentin TCI I1063

Irisflorentin TCI I1063

Identitas Kimia

No. CAS
41743-73-1
PubChem
CID 170569·SID 468592076
Rumus molekul
C20H18O8
Berat molekul
386.4 g/mol
Kemurnian
>98.0%(HPLC)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
9-methoxy-7-(3,4,5-trimethoxyphenyl)-[1,3]dioxolo[4,5-g]chromen-8-one
SMILES
COC1=CC(=CC(=C1OC)OC)C2=COC3=CC4=C(C(=C3C2=O)OC)OCO4
InChIKey
RISXUTCDCPHJFQ-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 1.856.400,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.856.400,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Irisflorentin adalah senyawa kimia yang digunakan dalam penelitian farmakologis dan biofarmakologi. Bahan ini sering ditemukan dalam eksperimen yang berkaitan dengan pengaruh senyawa tertentu terhadap aktivitas biologis sel atau organisme. Irisflorentin memiliki peran penting dalam studi tentang mekanisme kerja obat, terutama dalam pengujian efek farmakologis dan toksikologi. Sebagai reagen, Irisflorentin digunakan untuk memperjelas respons biologis terhadap berbagai stimulus, sehingga menjadi alat penting dalam laboratorium ilmu hayat.

Irisflorentin memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, sehingga memungkinkan penggunaan berulang dalam eksperimen yang membutuhkan konsistensi. Senyawa ini juga memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan berbagai protein dan enzim, yang membuatnya sangat cocok untuk penelitian tentang jalur sinyal biologis. Sifat reaktivitas dan spesifisitasnya menjadikannya pilihan utama dalam laboratorium yang membutuhkan akurasi dan presisi dalam eksperimen.

Di laboratorium Indonesia, Irisflorentin digunakan dalam berbagai penelitian ilmu hayat, termasuk pengembangan obat baru, studi efek farmakologis, dan analisis toksikologi. Bahan ini sering ditemukan dalam penelitian yang melibatkan interaksi molekuler dan pengujian aktivitas biologis. Karena keandalannya, Irisflorentin menjadi bagian penting dalam penelitian ilmiah yang dilakukan oleh institusi pendidikan dan lembaga penelitian di Indonesia.

  • Penelitian farmakologis untuk menguji efek senyawa pada sistem biologis
  • Pengembangan obat baru dengan studi aktivitas biologis dan toksikologi
  • Eksperimen tentang interaksi molekuler dalam jalur sinyal sel
  • Analisis reaktivitas senyawa untuk memahami mekanisme kerja obat
  • Uji kelayakan senyawa sebagai bahan baku dalam produksi obat

Merek TCI
Nomor CAS 41743-73-1
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Pharmaceutical Research Reagents
Ukuran kemasan 10mg, 50mg
Bentuk fisik Padat (serbuk)
Penyimpanan Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering

Irisflorentin harus disimpan dalam wadah tertutup rapat untuk mencegah kontaminasi dan kelembapan. Simpan di tempat yang sejuk dan kering, jauh dari paparan cahaya langsung dan sumber panas. Dalam penggunaan, pastikan wadah tetap tertutup untuk menjaga kualitas dan kestabilan senyawa. Gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung. Selalu tindak lanjuti protokol keselamatan laboratorium untuk memastikan keamanan dalam penggunaan dan penyimpanan.

  • Patel (2023). Medicinal Importance, Pharmacological Activity and Analytical Aspects of Flavonoid ‘Irisflorentin’ from Belamcanda chinensis (L.) DC. Current Drug Research Reviews doi:10.2174/2589977515666230202123308
  • Li dkk. (2019). Irisflorentin suppresses allergic inflammation in mast cells via reducing histamine release and production of pro-inflammatory cytokines. Acta Poloniae Pharmaceutica - Drug Research doi:10.32383/appdr/108520
  • Zhang dkk. (2008). Interaction of the irisflorentin with bovine serum albumin: A fluorescence quenching study. Journal of Molecular Structure doi:10.1016/j.molstruc.2008.03.002

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.