Moronic Acid (TCI M2610) adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen laboratorium, terutama dalam bidang biokimia dan farmakologi. Bahan ini memiliki sifat kimia yang unik, sehingga sering dipilih untuk reaksi tertentu yang memerlukan kestabilan dan reaktivitas tertentu. Moronic Acid digunakan sebagai reagen dalam penelitian untuk memperjelas reaksi kimia atau sebagai bahan bantu dalam sintesis senyawa kompleks.
Moronic Acid memiliki struktur molekuler yang stabil dan sifat larut dalam pelarut organik tertentu, sehingga mudah digunakan dalam berbagai kondisi laboratorium. Bahan ini juga memiliki daya reaksi yang baik terhadap berbagai substrat, menjadikannya pilihan yang ideal untuk reaksi kimia yang memerlukan presisi tinggi. Karena sifatnya yang tidak mudah terdegradasi, Moronic Acid bisa digunakan dalam jangka waktu yang relatif lama, asalkan disimpan dengan benar.
Di laboratorium Indonesia, Moronic Acid sering digunakan dalam penelitian bidang kesehatan, farmasi, dan bioteknologi. Bahan ini menjadi bagian dari proses pengujian reaksi kimia, pengembangan obat, dan analisis senyawa organik. Karena kehandalannya dalam berbagai aplikasi, Moronic Acid menjadi bahan yang diminati oleh peneliti dan laboratorium yang membutuhkan reagen berkualitas tinggi.
- Moronic Acid digunakan dalam sintesis senyawa organik kompleks karena kemampuannya untuk berpartisipasi dalam reaksi kimia yang spesifik.
- Bahan ini cocok untuk pengujian reaktivitas senyawa dalam reaksi kimia karena sifat kimianya yang stabil dan dapat diprediksi.
- Moronic Acid sering diterapkan dalam penelitian farmakologi untuk mempelajari interaksi senyawa dengan sistem biologis.
- Bahan ini juga digunakan dalam analisis kuantitatif senyawa kimia karena kemampuannya untuk berikatan dengan senyawa lain secara spesifik.
- Moronic Acid menjadi alat penting dalam penelitian biokimia untuk memahami mekanisme reaksi enzimatik dan metabolisme.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 6713-27-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Antibiotics |
| Ukuran kemasan | 5mg, 25mg |
| Bentuk fisik | Padatan kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Moronic Acid harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan sinar matahari langsung dan sumber panas. Wadah yang digunakan sebaiknya terbuat dari bahan inert seperti plastik atau kaca, agar tidak terjadi reaksi kimia dengan bahan wadah. Selama penyimpanan, pastikan bahan tidak terkontaminasi oleh partikel asing atau bahan kimia lain. Dalam penggunaan, gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk meminimalkan risiko kontak langsung.
- RANI dkk. (2021). MORONIC ACID: A REVIEW. International Journal of Current Pharmaceutical Research doi:10.22159/ijcpr.2021v13i5.1903
- RANI dkk. (2021). "FORMULATION AND EVALUATION OF MORONIC ACID LOADED TRANSDERMAL PATCHES". International Journal of Current Pharmaceutical Research doi:10.22159/ijcpr.2021v13i6.1932
- Rios dkk. (2001). Cytotoxic Activity of Moronic Acid and Identification of the New Triterpene 3,4-seco-Olean-18-ene-3,28-dioic Acid from Phoradendron reichenbachianum. Planta Medica doi:10.1055/s-2001-15823
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
