Formamidinium Tetrafluoroborate (FABr) adalah bahan kimia yang digunakan dalam penelitian bidang sel surya perovskit. Bahan ini memiliki peran penting dalam pembuatan lapisan aktif sel surya perovskit, yang merupakan salah satu teknologi terdepan dalam pengembangan energi terbarukan. Dalam laboratorium, FABr digunakan sebagai komponen utama dalam formulasi perovskit, yang berfungsi sebagai pengisi ion dan meningkatkan stabilitas serta efisiensi sel surya.
Bahan ini memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat larut dalam pelarut organik, sehingga mudah digunakan dalam proses sintesis dan pemrosesan material. Karakteristik ini membuatnya menjadi pilihan utama dalam penelitian material elektronik, terutama dalam pengembangan sel surya perovskit yang membutuhkan kompatibilitas kimia dan stabilitas termal.
Di laboratorium Indonesia, bahan ini sering digunakan oleh peneliti yang fokus pada energi terbarukan dan teknologi material. Dengan adanya penelitian yang semakin berkembang di bidang tersebut, FABr menjadi salah satu bahan yang vital untuk mendukung inovasi dan pengembangan teknologi sel surya di Indonesia.
- Penelitian sel surya perovskit untuk meningkatkan efisiensi dan stabilitas material
- Sintesis lapisan aktif dalam pembuatan sel surya berbasis perovskit
- Pengembangan material elektronik organik untuk aplikasi industri
- Uji kinerja material dalam lingkungan berubah untuk mengevaluasi ketahanan
- Penelitian tentang kompatibilitas kimia antara berbagai komponen material
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 2607106-18-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Materials Science > Electronic Materials > Perovskite Solar Cell (PSC) Materials |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat, berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Bahan ini harus disimpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan cahaya langsung serta kelembapan. Penyimpanan di suhu kamar yang stabil sangat disarankan. Wadah yang digunakan harus terbuat dari bahan tahan korosi, seperti plastik atau gelas. Dalam penanganan, perlu dihindari kontak langsung dengan kulit dan mata, serta penggunaan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung.
—

