Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 4016-14-2

Glycidyl Isopropyl Ether TCI G0255

Glycidyl Isopropyl Ether TCI G0255

Identitas Kimia

Nama lain
2,3-Epoxypropyl Isopropyl Ether
No. CAS
4016-14-2
Rumus molekul
C6H12O2
Berat molekul
116.16 g/mol
Kemurnian
>96.0%(GC)
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2-(propan-2-yloxymethyl)oxirane
SMILES
CC(C)OCC1CO1
InChIKey
NWLUZGJDEZBBRH-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL00005139
PubChem
CID 19920
Harga reguler Rp 1.115.100,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.115.100,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Volume
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Glycidyl Isopropyl Ether adalah senyawa epoksida alifatik yang menggabungkan cincin oksiran tegang dengan gugus eter isopropil pada rantai sampingnya. Cincin epoksida merupakan salah satu gugus fungsi paling berguna dalam sintesis organik karena mudah dibuka oleh beragam nukleofil seperti amina, tiol, alkohol, dan karbanion, menghasilkan produk dengan gugus hidroksil baru pada posisi yang dapat diprediksi. Di laboratorium, bahan ini dipakai sebagai reagen alkilasi hidroksi, pengaya rantai samping, sekaligus pengencer reaktif pada formulasi resin epoksi skala riset.

Karakteristik yang membuatnya dipilih adalah reaktivitas yang tinggi namun terkendali, disertai viskositas rendah sebagai cairan yang mudah dipindahkan dan ditakar. Gugus eter isopropil bersifat inert secara kimia sehingga tidak ikut bereaksi, tetapi cukup menambah sifat lipofilik dan menurunkan viskositas campuran reaksi maupun formulasi resin. Pembukaan cincin epoksidanya berlangsung dengan regioselektivitas yang bergantung pada kondisi asam atau basa, memberi peneliti kendali atas struktur produk akhir. Sebagai monoepoksida berfungsi tunggal, senyawa ini juga berguna untuk mengakhiri rantai dan mengatur kerapatan taut silang pada jaringan polimer.

Di Indonesia, bahan ini dimanfaatkan pada laboratorium riset polimer dan pelapis, laboratorium kimia organik perguruan tinggi, serta unit pengembangan produk industri perekat dan cat. Kemasan 25mL cocok untuk percobaan pendahuluan dan optimasi formula, sedangkan kemasan 500mL mendukung pengujian berulang serta pembuatan panel uji. Mengingat sifat epoksida yang reaktif, laboratorium tropis perlu memastikan penyimpanan sejuk agar mutu reagen tetap terjaga.

  • Pengencer reaktif pada formulasi resin epoksi, karena menurunkan viskositas campuran sekaligus tetap ikut bereaksi masuk ke jaringan polimer.
  • Reagen pembukaan cincin dengan amina, sebab menghasilkan amino alkohol yang menjadi kerangka umum banyak senyawa aktif dan surfaktan.
  • Pengendali kerapatan taut silang jaringan polimer, karena sifatnya yang monofungsional mengakhiri rantai dan melunakkan sifat mekanis produk akhir.
  • Modifikasi permukaan material bergugus tiol atau hidroksil, sebab epoksida bereaksi membentuk ikatan kovalen stabil pada kondisi reaksi ringan.
  • Bahan latih praktikum reaksi epoksida, karena regioselektivitas pembukaan cincinnya jelas berbeda antara kondisi katalis asam dan katalis basa.

Merek TCI
Nomor CAS 4016-14-2
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25mL, 500mL
Bentuk fisik cairan
Penyimpanan simpan sejuk, kering, tertutup rapat, jauh dari panas, asam, basa, dan nukleofil kuat

Simpan Glycidyl Isopropyl Ether dalam botol aslinya yang tertutup rapat, di lemari bahan kimia mudah terbakar yang sejuk, kering, dan berventilasi baik. Epoksida bersifat reaktif terhadap asam, basa, amina, dan air, sehingga botol harus dijauhkan dari bahan-bahan tersebut serta dari sumber panas dan percikan api. Lakukan penuangan di dalam lemari asam dengan sarung tangan nitril, kacamata pelindung penuh, dan jas laboratorium, karena epoksida dapat mengiritasi kulit serta berpotensi menimbulkan sensitisasi pada paparan berulang. Gunakan wadah kaca yang kompatibel dan hindari wadah logam reaktif. Bersihkan ceceran segera dengan bahan penyerap inert dan buang sesuai prosedur limbah kimia.

  • Woods dkk. (1999). Modelling the interaction of hybrid inorganic–organic molecules on oxide surfaces: glycidyl isopropyl ether and epoxyhexane on a γ-Al2O3(111) mimic. Surface Science doi:10.1016/s0039-6028(99)00467-7

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.