Glycidyl Isopropyl Ether adalah senyawa epoksida alifatik yang menggabungkan cincin oksiran tegang dengan gugus eter isopropil pada rantai sampingnya. Cincin epoksida merupakan salah satu gugus fungsi paling berguna dalam sintesis organik karena mudah dibuka oleh beragam nukleofil seperti amina, tiol, alkohol, dan karbanion, menghasilkan produk dengan gugus hidroksil baru pada posisi yang dapat diprediksi. Di laboratorium, bahan ini dipakai sebagai reagen alkilasi hidroksi, pengaya rantai samping, sekaligus pengencer reaktif pada formulasi resin epoksi skala riset.
Karakteristik yang membuatnya dipilih adalah reaktivitas yang tinggi namun terkendali, disertai viskositas rendah sebagai cairan yang mudah dipindahkan dan ditakar. Gugus eter isopropil bersifat inert secara kimia sehingga tidak ikut bereaksi, tetapi cukup menambah sifat lipofilik dan menurunkan viskositas campuran reaksi maupun formulasi resin. Pembukaan cincin epoksidanya berlangsung dengan regioselektivitas yang bergantung pada kondisi asam atau basa, memberi peneliti kendali atas struktur produk akhir. Sebagai monoepoksida berfungsi tunggal, senyawa ini juga berguna untuk mengakhiri rantai dan mengatur kerapatan taut silang pada jaringan polimer.
Di Indonesia, bahan ini dimanfaatkan pada laboratorium riset polimer dan pelapis, laboratorium kimia organik perguruan tinggi, serta unit pengembangan produk industri perekat dan cat. Kemasan 25mL cocok untuk percobaan pendahuluan dan optimasi formula, sedangkan kemasan 500mL mendukung pengujian berulang serta pembuatan panel uji. Mengingat sifat epoksida yang reaktif, laboratorium tropis perlu memastikan penyimpanan sejuk agar mutu reagen tetap terjaga.
- Pengencer reaktif pada formulasi resin epoksi, karena menurunkan viskositas campuran sekaligus tetap ikut bereaksi masuk ke jaringan polimer.
- Reagen pembukaan cincin dengan amina, sebab menghasilkan amino alkohol yang menjadi kerangka umum banyak senyawa aktif dan surfaktan.
- Pengendali kerapatan taut silang jaringan polimer, karena sifatnya yang monofungsional mengakhiri rantai dan melunakkan sifat mekanis produk akhir.
- Modifikasi permukaan material bergugus tiol atau hidroksil, sebab epoksida bereaksi membentuk ikatan kovalen stabil pada kondisi reaksi ringan.
- Bahan latih praktikum reaksi epoksida, karena regioselektivitas pembukaan cincinnya jelas berbeda antara kondisi katalis asam dan katalis basa.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 4016-14-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25mL, 500mL |
| Bentuk fisik | cairan |
| Penyimpanan | simpan sejuk, kering, tertutup rapat, jauh dari panas, asam, basa, dan nukleofil kuat |
Simpan Glycidyl Isopropyl Ether dalam botol aslinya yang tertutup rapat, di lemari bahan kimia mudah terbakar yang sejuk, kering, dan berventilasi baik. Epoksida bersifat reaktif terhadap asam, basa, amina, dan air, sehingga botol harus dijauhkan dari bahan-bahan tersebut serta dari sumber panas dan percikan api. Lakukan penuangan di dalam lemari asam dengan sarung tangan nitril, kacamata pelindung penuh, dan jas laboratorium, karena epoksida dapat mengiritasi kulit serta berpotensi menimbulkan sensitisasi pada paparan berulang. Gunakan wadah kaca yang kompatibel dan hindari wadah logam reaktif. Bersihkan ceceran segera dengan bahan penyerap inert dan buang sesuai prosedur limbah kimia.
- Woods dkk. (1999). Modelling the interaction of hybrid inorganic–organic molecules on oxide surfaces: glycidyl isopropyl ether and epoxyhexane on a γ-Al2O3(111) mimic. Surface Science doi:10.1016/s0039-6028(99)00467-7
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

