Guanidine Thiocyanate adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai penelitian bio kimia, terutama dalam proses denaturasi protein. Bahan ini sering digunakan sebagai reagen untuk denaturasi protein dalam ekstraksi RNA dan DNA, serta dalam penggunaan untuk memisahkan protein dari campuran kompleks. Dalam laboratorium, Guanidine Thiocyanate berperan sebagai agen denaturan kuat yang mampu menghancurkan struktur sekunder dan tersier protein, sehingga memudahkan pemisahan dan analisis komponen biologis.
Karakteristik utama Guanidine Thiocyanate adalah kemampuannya untuk menurunkan titik leleh protein dan menghambat aktivitas enzim. Senyawa ini bersifat tidak berwarna, mudah larut dalam air, dan memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu. Keunggulan utamanya adalah kemampuannya untuk bekerja secara efektif dalam berbagai kondisi reaksi, menjadikannya pilihan ideal untuk berbagai aplikasi penelitian.
Di laboratorium Indonesia, Guanidine Thiocyanate digunakan secara luas dalam penelitian biomedis, bioteknologi, dan kimia analitik. Bahan ini menjadi bagian penting dalam proses pengolahan dan analisis biomolekul, terutama dalam laboratorium yang fokus pada penelitian genetik, diagnostik, dan pengembangan produk farmasi.
- Penggunaan dalam ekstraksi RNA dan DNA untuk memisahkan biomolekul dari sel
- Penelitian tentang denaturasi protein dalam analisis struktur dan fungsi protein
- Pemisahan protein dari campuran kompleks dalam proses purifikasi
- Penggunaan dalam reagen untuk uji kualitatif dan kuantitatif protein
- Aplikasi dalam penelitian biomedis untuk pengembangan obat dan diagnostik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 593-84-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Denaturation |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Guanidine Thiocyanate harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan sinar matahari langsung. Simpan di tempat sejuk dan kering untuk menjaga kualitas dan stabilitas bahan. Gunakan sarung tangan dan masker saat menangani bahan ini untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol untuk mencegah risiko kebocoran atau kontaminasi.
- Emadi dkk. (2014). A comparative study on the aggregating effects of guanidine thiocyanate, guanidine hydrochloride and urea on lysozyme aggregation. Biochemical and Biophysical Research Communications doi:10.1016/j.bbrc.2014.06.133
- Olimov dkk. (2026). SYNTHESIS OF GUANIDINE ACRYLATE BASED ON GUANIDINE THIOCYANATE AND TECHNOLOGY FOR PRODUCING COMPOSITE ADHESIVES BASED ON IT. Universum:Chemistry & biology doi:10.32743/unichem.2026.145.7.22946
- (2006). Guanidine thiocyanate. Cold Spring Harbor Protocols doi:10.1101/pdb.caut2207
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
![Guanidine Thiocyanate [for Biochemical Research] (CAS 593-84-0) - TCI G0360 - AMI Scientific](http://amiscientific.com/cdn/shop/files/TCI2510G0360.jpg?v=1767115084&width=1445)
![14933-09-6 Tetradecyldimethyl(3-sulfopropyl)ammonium Hydroxide Inner Salt [for Biochemical Research] - AMI Scientific](http://amiscientific.com/cdn/shop/files/TCI2510T2653_b588d470-fcf5-4779-b07d-24f3f865a2db.jpg?v=1768819679&width=533)