Glycoursodeoxycholic Acid (GCDC) adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai penelitian bidang kehidupan ilmiah, terutama dalam studi metabolisme dan fungsi hati. Senyawa ini merupakan derivat dari asam deoksiholik, yang merupakan jenis asam empedu. GCDC sering digunakan sebagai substrat dalam reaksi enzimatik dan dalam penelitian terkait pencernaan serta metabolisme lipid. Dalam laboratorium, GCDC juga digunakan untuk menguji aktivitas enzim tertentu dan dalam pengembangan obat yang terkait dengan gangguan pencernaan atau penyakit hati.
Glycoursodeoxycholic Acid memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, sehingga cocok untuk penggunaan dalam eksperimen yang memerlukan presisi tinggi. Senyawa ini juga memiliki daya larut yang baik dalam pelarut organik, sehingga memudahkan proses pemisahan dan analisis dalam berbagai metode kimia. Karena sifatnya yang tidak beracun dan relatif aman dalam penggunaan yang sesuai, GCDC menjadi pilihan yang populer dalam penelitian laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, GCDC digunakan dalam berbagai penelitian terkait kesehatan dan biomedis. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan senyawa ini untuk studi tentang penyakit hati, metabolisme lipid, dan pengembangan terapi obat. Ketersediaan GCDC dalam bentuk yang sesuai membuatnya mudah digunakan dalam berbagai eksperimen yang memerlukan senyawa ini.
- Pengujian aktivitas enzim pencernaan untuk memahami mekanisme metabolisme lipid
- Penelitian tentang penyakit hati dan fungsi organ pencernaan
- Pengembangan obat yang terkait dengan gangguan pencernaan atau penyakit hati
- Analisis komponen kimia dalam sampel biologis untuk penelitian klinis
- Studi tentang efek kimia pada sistem pencernaan dan metabolisme
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 64480-66-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Steroids |
| Ukuran kemasan | 200mg, 1g |
| Bentuk fisik | Serbuk kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Glycoursodeoxycholic Acid sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan cahaya langsung. Karena sifatnya yang kimia relatif stabil, senyawa ini tidak memerlukan kondisi penyimpanan khusus selama penyimpanan singkat. Namun, dalam penggunaan sehari-hari, penting untuk menghindari kontak langsung dengan kulit dan memakai alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Penanganan yang hati-hati diperlukan untuk memastikan keamanan dan presisi dalam eksperimen.
- BRITO (2008). Bilirubin injury to neurons: Contribution of oxidative stress and rescue by glycoursodeoxycholic acid. NeuroToxicology doi:10.1016/j.neuro.2007.11.002
- Maria (2009). Disruption of human brain microvascular endothelial cell lining by unconjugated bilirubin and modulation by ursodeoxycholic acid and glycoursodeoxycholic acid. Frontiers in Neuroscience doi:10.3389/conf.neuro.01.2009.11.031
- Fernandes dkk. (2007). Glycoursodeoxycholic Acid and Interleukin-10 Modulate the Reactivity of Rat Cortical Astrocytes to Unconjugated Bilirubin. Journal of Neuropathology and Experimental Neurology doi:10.1097/nen.0b013e3181461c74
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.


