TCI H0535 Hyodeoxycholic Acid adalah asam empedu sekunder bergolongan steroid yang secara alami ditemukan pada empedu babi dan beberapa mamalia lain. Sebagai anggota keluarga asam kolanat, senyawa ini memiliki kerangka steroid dengan gugus hidroksil dan rantai samping asam karboksilat yang memberinya sifat amfipatik khas asam empedu. Di laboratorium, bahan ini dipakai sebagai senyawa acuan dan bahan uji dalam penelitian metabolisme empedu, penyerapan lemak, interaksi mikrobiota usus dengan inang, serta pengembangan metode analisis profil asam empedu pada sampel biologis.
Sifat yang menjadikan asam hiodeoksikolat menarik bagi peneliti adalah kemampuannya membentuk misel dan berperan sebagai pengemulsi alami, sehingga dapat melarutkan lipid dan senyawa hidrofobik dalam sistem berair. Struktur hidroksilasinya yang berbeda dari asam empedu utama manusia menjadikannya penanda yang berguna untuk membedakan jalur metabolik dan asal-usul spesies pada studi komparatif. Senyawa ini umumnya berupa serbuk kristal putih yang larut dalam etanol, metanol, dan larutan basa encer, namun terbatas kelarutannya di air netral. Kemurnian tinggi khas reagen TCI membuatnya sesuai dipakai sebagai standar pembanding pada analisis kromatografi maupun spektrometri massa.
Di Indonesia, reagen ini banyak dibutuhkan laboratorium biokimia, gizi, farmakologi, dan kedokteran hewan yang mengkaji metabolisme lipid dan fungsi hati. Penelitian mikrobiom yang berkembang pesat di sejumlah universitas dan lembaga riset nasional juga memerlukan pustaka standar asam empedu untuk menafsirkan data metabolomik. Kemasan satu gram memadai untuk penyiapan banyak seri larutan standar maupun percobaan in vitro berskala laboratorium tanpa menyisakan stok yang terlalu lama tersimpan.
- Standar analisis metabolomik: dipakai sebagai senyawa pembanding untuk mengidentifikasi dan mengukur asam empedu dalam serum, feses, atau empedu menggunakan kromatografi cair-spektrometri massa.
- Penelitian metabolisme lipid: senyawa ini membantu mengkaji peran asam empedu dalam emulsifikasi, pencernaan, serta penyerapan lemak dan vitamin larut lemak.
- Studi interaksi mikrobiota usus: asam empedu sekunder ini menjadi objek kajian transformasi mikroba dan pengaruhnya terhadap sinyal metabolik pada inang.
- Uji pelarutan dan formulasi in vitro: sifat pembentuk misel dimanfaatkan untuk menyiapkan medium biorelevan yang meniru kondisi saluran cerna pada pengujian disolusi.
- Penelitian reseptor asam empedu: bahan ini digunakan sebagai ligan uji untuk menelaah aktivasi jalur sinyal yang mengatur metabolisme kolesterol dan glukosa.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry) |
|---|---|
| Nomor CAS | 83-49-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Steroids |
| Ukuran kemasan | 1 g |
| Bentuk fisik | serbuk atau padatan kristal putih hingga hampir putih |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk dan kering, wadah tertutup rapat, terlindung dari cahaya |
Simpan asam hiodeoksikolat dalam wadah aslinya yang tertutup rapat pada tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya; penyimpanan di lemari pendingin membantu menjaga mutu bahan untuk penggunaan jangka panjang. Biarkan wadah mencapai suhu ruang sebelum dibuka agar uap air tidak mengembun pada serbuk. Gunakan spatula kering dan bersih, serta siapkan larutan induk dalam pelarut organik dengan wadah kaca bertutup ulir. Kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium saat menimbang, dan hindari terhirupnya serbuk halus. Beri label jelas pada setiap larutan yang disiapkan lengkap dengan tanggal pembuatan dan konsentrasinya.
- Watanabe dkk. (2014). Dietary Hyodeoxycholic Acid Exerts Hypolipidemic Effects by Reducing Farnesoid X Receptor Antagonist Bile Acids in Mouse Enterohepatic Tissues. Lipids doi:10.1007/s11745-014-3947-y
- ZHOU dkk. (1990). ChemInform Abstract: Stereocontrolled Conversion of Hyodeoxycholic Acid (I) into Chenodeoxycholic Acid (V) and Ursodeoxycholic Acid (VI).. ChemInform doi:10.1002/chin.199015258
- Xue dkk. (2025). Hyodeoxycholic acid ameliorates cholestatic liver fibrosis by facilitating m6A-regulated expression of a novel anti-fibrotic target ETV4. Journal of Hepatology doi:10.1016/j.jhep.2025.01.020
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
