Schisantherin B adalah senyawa alami yang diperoleh dari ekstrak tumbuhan tertentu dan digunakan dalam penelitian ilmiah terkait bidang kehidupan. Bahan ini memiliki peran penting dalam studi bioaktif dan pengembangan obat, terutama dalam penelitian tentang efek farmakologis dan mekanisme biologis. Dalam laboratorium, Schisantherin B sering digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa lain atau untuk menguji aktivitas biologis tertentu. Karena sifatnya yang kompleks dan potensinya dalam bidang farmakologi, bahan ini menjadi pilihan utama para peneliti yang membutuhkan bahan aktif alami untuk eksperimen mereka.
Schisantherin B memiliki karakteristik yang membuatnya menarik untuk penelitian, yaitu kemurnian tinggi dan konsistensi dalam struktur molekularnya. Senyawa ini juga stabil dalam kondisi tertentu, sehingga memudahkan proses penyimpanan dan penggunaan. Selain itu, Schisantherin B memiliki aktivitas biologis yang telah terdokumentasi, seperti efek antioksidan dan kemampuan untuk memengaruhi jalur metabolisme tertentu. Karena sifat-sifat ini, bahan ini sangat relevan untuk penelitian yang memerlukan senyawa dengan aktivitas spesifik.
Di laboratorium Indonesia, Schisantherin B digunakan dalam berbagai penelitian terkait bidang farmakologi, bioaktivitas, dan pengembangan produk kesehatan. Bahan ini menjadi alat penting bagi peneliti yang ingin memahami potensi senyawa alami dalam aplikasi medis atau farmasi. Dengan adanya bahan ini, peneliti Indonesia dapat mengakses sumber daya yang mendukung eksperimen ilmiah yang lebih luas dan relevan.
- Penelitian tentang aktivitas antioksidan senyawa alami
- Uji efek farmakologis pada sel dan jaringan biologis
- Pengembangan produk farmasi berbasis bahan alami
- Studi tentang mekanisme aksi senyawa bioaktif
- Analisis komposisi kimia dan struktur molekular senyawa
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 58546-55-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Biochemicals and Reagents |
| Ukuran kemasan | 5mg, 25mg |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Schisantherin B harus disimpan dalam wadah tertutup yang kedap udara, jauh dari cahaya matahari langsung dan kelembapan tinggi. Penyimpanan di suhu kamar yang stabil adalah pilihan yang paling umum. Dalam laboratorium, bahan ini harus ditangani dengan hati-hati, menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Karena sifatnya yang kimia, bahan ini tidak boleh dicampur dengan bahan lain yang tidak kompatibel. Selalu pastikan bahwa area penyimpanan dan penggunaan bahan ini memenuhi standar keselamatan laboratorium.
- (2026). Correction to “Schisantherin A: Remodeling Gut Microbiota to Activate the Gut–Immune–Neural–Adipose Axis for Thermogenesis”. iNew Medicine doi:10.1002/inm3.70081
- Liu dkk. (2021). Schisantherin-A Alleviates Lipopolysaccharide-Induced Inflammation and Apoptosis in WI-38 Cells. Current Topics in Nutraceutical Research doi:10.37290/ctnr2641-452x.19:421-426
- (2016). Effect of schisantherin A inhibit liver sinusoid endothelial cell function and action against liver fibrosis relating to angiogenesis. China Journal of Chinese Materia Medica doi:10.4268/cjcmm20160219
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
