(E)-3,7-Dimethylocta-2,6-dien-1-yl Isobutyrate adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk membangun struktur molekul kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam sintesis senyawa aromatik dan alifatik, serta dalam pembuatan bahan kimia yang memiliki sifat tertentu seperti aroma atau sifat reaktif. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan baku untuk reaksi substitusi dan reaksi adisi, terutama dalam sintesis senyawa dengan struktur rantai panjang.
Senyawa ini memiliki struktur molekul yang kompleks dengan dua gugus metil dan dua ikatan rangkap, yang memberikan sifat reaktif yang unik. Karakteristik ini membuatnya sangat cocok untuk digunakan dalam reaksi kimia yang memerlukan kestabilan struktur dan reaktivitas yang terkendali. Selain itu, senyawa ini memiliki sifat volatil yang memudahkan proses penguapan dan pemisahan dalam berbagai teknik analisis kimia.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam bidang sintesis senyawa baru dan modifikasi struktur molekul. Bahan ini juga menjadi pilihan utama bagi para peneliti yang ingin mengembangkan produk kimia dengan aplikasi industri seperti bahan aroma, bahan obat, atau bahan baku untuk industri farmasi.
- Sintesis senyawa aromatik dengan struktur rantai panjang
- Reaksi substitusi dalam pembuatan senyawa organik kompleks
- Modifikasi struktur molekul untuk pengembangan bahan kimia baru
- Analisis kimia dalam penelitian bahan aroma dan bahan obat
- Pengembangan produk kimia untuk industri farmasi dan kosmetik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 2345-26-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g |
| Bentuk fisik | Cairan |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan cahaya langsung |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering, serta jauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Karena sifat volatilnya, wadah harus terkunci untuk mencegah penguapan. Selama penanganan, pengguna harus memakai alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau inhalasi.
—
