Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 57-09-0

Hexadecyltrimethylammonium Bromide TCI H0081

Hexadecyltrimethylammonium Bromide TCI H0081

Identitas Kimia

Nama lain
Cetyltrimethylammonium Bromide · CTAB · Cetrimonium Bromide · N,N,N-Trimethylhexadecan-1-aminium Bromide
No. CAS
57-09-0
PubChem
CID 5974·SID 87570530
Rumus molekul
C19H42BrN
Berat molekul
364.46 g/mol
Kemurnian
>98.0%(T)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
hexadecyl(trimethyl)azanium bromide
SMILES
CCCCCCCCCCCCCCCC[N+](C)(C)C.[Br-]
InChIKey
LZZYPRNAOMGNLH-UHFFFAOYSA-M
MDL
MDL00011772
Harga reguler Rp 477.750,00
Harga reguler Harga obral Rp 477.750,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI H0081 Hexadecyltrimethylammonium Bromide, yang dikenal luas dengan singkatan CTAB, adalah garam amonium kuaterner dengan rantai heksadesil panjang dan tiga gugus metil pada atom nitrogen. Senyawa ini termasuk reagen paling sering dipakai di laboratorium seluruh dunia. Sesuai kategorinya sebagai katalis transfer fasa, CTAB berperan memindahkan anion dari fase air ke fase organik sehingga reaksi yang semula berjalan lambat karena kedua pereaksi tidak bertemu menjadi berlangsung efisien tanpa memerlukan pelarut aprotik polar yang mahal dan sulit ditangani.

Keunggulan CTAB berasal dari kation amonium kuaterner bermuatan permanen yang dipasangkan dengan ekor hidrokarbon panjang. Kombinasi ini membuatnya larut baik di air pada suhu hangat, membentuk misel di atas konsentrasi tertentu, sekaligus mampu membawa pasangan ionnya menembus antarmuka ke fase organik. Anion bromida yang relatif lunak juga memberikan sifat pertukaran ion yang khas dan sering dimanfaatkan pada sintesis material bertemplat. Wujudnya berupa serbuk atau kristal putih yang stabil, mudah ditimbang dengan tepat, dan dapat disimpan lama tanpa penurunan mutu berarti apabila terlindung dari kelembapan.

Di Indonesia, CTAB sangat akrab di laboratorium biologi molekuler untuk ekstraksi DNA tanaman, di laboratorium material untuk sintesis silika mesopori dan nanopartikel emas, serta di laboratorium kimia organik sebagai katalis transfer fasa. Ketersediaan kemasan 25 g, 100 g, dan 500 g memudahkan penyesuaian dengan skala kerja, dari praktikum mahasiswa hingga proyek penelitian yang menuntut pemakaian rutin dalam jumlah besar.

  • Katalis transfer fasa pada reaksi substitusi dan oksidasi, karena kation lipofiliknya membawa anion pereaksi menyeberang ke fase organik.
  • Ekstraksi DNA tumbuhan dengan metode CTAB, sebab senyawa ini melisiskan membran sel sekaligus memisahkan polisakarida pengganggu dari asam nukleat.
  • Templat sintesis silika mesopori, mengingat misel CTAB membentuk susunan teratur yang mencetak pori berukuran nanometer dengan distribusi seragam.
  • Agen pengarah bentuk pada sintesis nanopartikel emas, karena adsorpsi selektifnya pada bidang kristal tertentu mengendalikan pertumbuhan menjadi batang nano.
  • Studi perilaku surfaktan kationik dan misel, sehingga mendukung praktikum penentuan konsentrasi misel kritis melalui pengukuran konduktivitas maupun tegangan permukaan.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry)
Nomor CAS 57-09-0
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Synthetic Reagents > Phase Transfer Catalysts
Ukuran kemasan 25 g, 100 g, dan 500 g
Bentuk fisik serbuk atau kristal putih
Penyimpanan simpan di tempat sejuk dan kering, wadah tertutup rapat, hindari kelembapan berlebih

Simpan CTAB dalam wadah tertutup rapat di ruang yang sejuk dan kering, karena serbuknya cenderung menggumpal bila menyerap uap air. Gunakan spatula bersih dan kering pada setiap pengambilan, dan hindari mengembalikan bahan yang sudah dikeluarkan ke dalam wadah induk. Serbuk halusnya mengiritasi mata dan saluran pernapasan, sehingga penimbangan sebaiknya dilakukan di lemari timbang atau lemari asam dengan gerakan perlahan agar tidak beterbangan. Kenakan masker, sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium. Karena bersifat toksik bagi biota air, larutan sisa harus dikumpulkan sebagai limbah kimia.

  • Greksàková dkk. (2002). Thermodynamics of the Micellization of Cationic Surfactants 1 -Hexadecyltrimethylammonium Bromide and 1-Hexadecylpyridinium Bromide. Tenside Surfactants Detergents doi:10.1515/tsd-2002-390211
  • Suhaimi dkk. (1993). Phase Studies of a Mixed Trimethyltetradecylammonium Bromide–Hexadecyltrimethylammonium Bromide System. Bulletin of the Chemical Society of Japan doi:10.1246/bcsj.66.2160
  • Sugiyama dkk. (2022). A smectic T phase in hexadecyltrimethylammonium bromide. Liquid Crystals doi:10.1080/02678292.2022.2084167

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.