Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 112-02-7

Hexadecyltrimethylammonium Chloride TCI H0082

Hexadecyltrimethylammonium Chloride TCI H0082
Harga reguler Rp 875.700,00
Harga reguler Harga obral Rp 875.700,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI H0082 Hexadecyltrimethylammonium Chloride, sering disingkat CTAC, adalah garam amonium kuaterner dengan struktur serupa CTAB namun memakai anion klorida sebagai pasangan ionnya. Perbedaan yang tampak kecil ini ternyata berarti besar dalam praktik laboratorium, sebab pilihan anion memengaruhi kelarutan, perilaku misel, serta kecenderungan adsorpsi pada permukaan. Sebagai katalis transfer fasa, CTAC membawa anion reaktif dari fase air menuju fase organik, sehingga reaksi dua fase dapat berlangsung pada laju yang memadai tanpa perlu mengganti sistem pelarut secara menyeluruh.

Anion klorida yang lebih kecil dan lebih terhidrasi membuat CTAC umumnya lebih mudah larut dalam air dibandingkan analog bromidanya, dan ini menguntungkan ketika peneliti membutuhkan larutan surfaktan berkonsentrasi tinggi. Klorida juga dianggap sebagai anion yang lebih lemah berkoordinasi, sehingga pada sintesis nanomaterial ia mengurangi gangguan terhadap permukaan partikel yang sedang tumbuh. Kation heksadesiltrimetilamonium yang bermuatan permanen tetap memberi kemampuan adsorpsi kuat pada permukaan bermuatan negatif dan pembentukan misel yang teratur, dua sifat yang menjadi alasan utama senyawa ini dipakai pada riset koloid dan material.

Laboratorium Indonesia memanfaatkan CTAC pada penelitian sintesis nanopartikel, pengolahan air dan flotasi mineral, modifikasi permukaan zeolit maupun lempung, serta reaksi organik dua fase. Pilihan kemasan 25 g, 100 g, dan 500 g memberi fleksibilitas bagi laboratorium pendidikan yang memerlukan jumlah kecil sekaligus bagi kelompok riset yang menjalankan percobaan skala besar secara berkelanjutan sepanjang tahun.

  • Katalis transfer fasa pada reaksi dua fase, karena kationnya membawa anion nukleofilik ke fase organik dan mempercepat laju reaksi.
  • Agen pengarah struktur pada sintesis nanopartikel, sebab anion klorida yang lemah berkoordinasi mengurangi gangguan terhadap permukaan kristal yang tumbuh.
  • Modifikasi zeolit dan lempung menjadi adsorben organofilik, mengingat kationnya menukar kation antarlapis dan mengubah sifat permukaan menjadi hidrofobik.
  • Penelitian flotasi mineral dan pengolahan air, karena surfaktan kationik berinteraksi dengan partikel bermuatan negatif sehingga membantu pemisahan dari fase cair.
  • Kajian pembentukan misel dan sistem koloid, sehingga berguna untuk membandingkan pengaruh anion pasangan terhadap konsentrasi misel kritis larutan.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry)
Nomor CAS 112-02-7
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Synthetic Reagents > Phase Transfer Catalysts
Ukuran kemasan 25 g, 100 g, dan 500 g
Bentuk fisik padatan atau serbuk putih hingga agak kekuningan yang bersifat higroskopis
Penyimpanan simpan di tempat sejuk dan kering dengan wadah tertutup rapat, lindungi dari kelembapan

CTAC bersifat menyerap uap air, sehingga wadah harus selalu tertutup rapat dan disimpan di ruang kering dengan suhu terkendali; penggunaan desikator sangat membantu bila laboratorium berada di lingkungan lembap. Ambil bahan dengan spatula kering dan hindari membiarkan botol terbuka terlalu lama. Serbuknya mengiritasi mata, kulit, dan saluran pernapasan, karena itu kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, masker, dan jas laboratorium saat menimbang. Kumpulkan larutan sisa sebagai limbah kimia dan jangan dibuang ke saluran air, sebab surfaktan kationik berbahaya bagi organisme akuatik.

  • Aldulaimi dkk. (2026). Application of tetramethylammonium chloride and hexadecyltrimethylammonium chloride in enhanced oil recovery. Journal of Molecular Liquids doi:10.1016/j.molliq.2026.129656
  • Ahmadi dkk. (1991). Fluorescence probe spectroelectrochemistry at silver electrodes in dimethylformamide and aqueous hexadecyltrimethylammonium chloride. Langmuir doi:10.1021/la00055a041
  • Hayase dkk. (2012). Structure and properties of polymethylsilsesquioxane aerogels synthesized with surfactant n-hexadecyltrimethylammonium chloride. Microporous and Mesoporous Materials doi:10.1016/j.micromeso.2012.03.049

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.