Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 2935-44-6

2,5-Hexanediol TCI H0100

2,5-Hexanediol TCI H0100
Harga reguler Rp 1.446.900,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.446.900,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Volume
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI H0100 2,5-Hexanediol adalah diol alifatik dengan dua gugus hidroksil pada atom karbon kedua dan kelima dari rantai enam karbon, berwujud cairan pada kondisi ruang. Berbeda dengan isomer 1,6 yang gugus hidroksilnya berada di ujung, penempatan gugus hidroksil pada posisi dalam rantai menjadikan senyawa ini memiliki dua pusat karbon yang tersubstitusi dan karena itu bersifat kiral. Sebagai building block non-heterosiklik, senyawa ini banyak dipakai peneliti untuk membangun cincin beranggota lima, senyawa kiral, dan berbagai turunan diol yang tidak dapat diperoleh dengan mudah dari isomer lain.

Sifat yang membuatnya dipilih adalah jarak 1,4 antara kedua gugus hidroksil, yang secara geometri sangat sesuai untuk reaksi siklisasi menjadi cincin tetrahidrofuran tersubstitusi. Reaksi penutupan cincin ini menjadi salah satu jalur klasik pembuatan turunan dimetiltetrahidrofuran di laboratorium. Kedua gugus hidroksil sekunder juga menawarkan reaktivitas yang berbeda dari alkohol primer, misalnya laju esterifikasi yang lebih lambat dan hasil oksidasi berupa keton, bukan aldehida. Keberadaan pusat kiral membuka peluang pemanfaatannya dalam sintesis asimetris dan penyiapan ligan.

Laboratorium riset kimia organik dan kimia katalisis di Indonesia biasanya memakai bahan ini pada penelitian metodologi sintesis, pengembangan ligan, dan kajian reaksi siklisasi. Kemasan 5 mL dan 25 mL sesuai dengan pola pemakaian riset yang umumnya bekerja pada skala milimol, sehingga bahan habis terpakai dalam rentang waktu wajar dan mutunya terjaga. Ukuran kecil ini juga memudahkan laboratorium mencoba beberapa jalur sintesis tanpa membebani anggaran bahan.

  • Bahan awal siklisasi menjadi turunan tetrahidrofuran, karena jarak antar gugus hidroksilnya sesuai untuk pembentukan cincin beranggota lima yang stabil.
  • Building block sintesis asimetris, sebab dua pusat kiralnya dapat dimanfaatkan untuk mengarahkan stereokimia produk pada percobaan metodologi reaksi terkendali.
  • Prekursor penyiapan ligan diol untuk katalisis, mengingat kerangka diol sekunder dapat diubah menjadi ligan pengkelat bagi berbagai pusat logam transisi.
  • Substrat kajian oksidasi selektif alkohol sekunder, karena hasil oksidasinya berupa keton sehingga jalur reaksinya mudah diikuti dan dibandingkan antar metode.
  • Bahan model dalam penelitian kimia biomassa, sebab senyawa diol rantai pendek semacam ini kerap muncul sebagai produk antara pengolahan bahan terbarukan.

Merek TCI
Nomor CAS 2935-44-6
Rumus molekul
Kemurnian
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 5 mL dan 25 mL
Bentuk fisik cairan
Penyimpanan simpan di tempat sejuk dan kering, wadah tertutup rapat, hindari kelembapan

Simpan bahan dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari bahan pengoksidasi kuat, asam kuat, dan sumber panas. Karena gugus hidroksilnya membuat senyawa ini mudah menyerap uap air, wadah sebaiknya tidak dibiarkan terbuka lama, terutama bila bahan akan dipakai pada reaksi yang peka terhadap air. Pengambilan cairan dilakukan dengan pipet atau jarum suntik yang bersih dan kering untuk menjaga kemurnian isi wadah. Gunakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta kerjakan penuangan di lemari asam. Kumpulkan limbah pada wadah limbah organik berlabel.

  • Romero dkk. (2007). Effect of temperature on the surface tension of diluted aqueous solutions of 1,2-hexanediol, 1,5-hexanediol, 1,6-hexanediol and 2,5-hexanediol. Fluid Phase Equilibria doi:10.1016/j.fluid.2007.05.029
  • Romero dkk. (2007). Corrigendum to “Effect of temperature on the surface tension of diluted aqueous solutions of 1,2-hexanediol, 1,5-hexanediol, 1,6-hexanediol and 2,5-hexanediol” [Fluid Phase Equilibria 258 (2007) 67–72]. Fluid Phase Equilibria doi:10.1016/j.fluid.2007.08.018
  • Romero dkk. (2007). Effect of temperature on the volumetric properties of dilute aqueous solutions of 1,2-hexanediol, 1,5-hexanediol, 1,6-hexanediol, and 2,5-hexanediol. The Journal of Chemical Thermodynamics doi:10.1016/j.jct.2007.01.009

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.