Ethyl 2-Hexylacetoacetate merupakan ester β-keto dengan gugus heksil yang telah terpasang pada posisi alfa, dipasok TCI dengan kode katalog H0129. Senyawa ini termasuk keluarga turunan asetoasetat, yaitu golongan blok bangun klasik yang sangat dihargai dalam sintesis organik karena memiliki atom karbon aktif di antara gugus keton dan gugus ester. Di laboratorium, bahan ini dipakai sebagai bahan awal untuk membangun kerangka karbon yang lebih besar, menyiapkan turunan tersubstitusi ganda, maupun sebagai prekursor menuju senyawa karbonil rantai panjang melalui reaksi hidrolisis dan dekarboksilasi.
Sifat yang membuatnya dipilih adalah kombinasi keasaman proton alfa yang masih memadai dengan rantai heksil yang menambah karakter lipofilik pada molekul. Dengan gugus heksil yang sudah terpasang, kimiawan tidak perlu melakukan tahap alkilasi awal sendiri sehingga jalur sintesis menjadi lebih ringkas dan rendemen keseluruhan lebih mudah dijaga. Bentuknya berupa cairan sehingga penakaran dengan pipet atau syringe berlangsung praktis, dan kemasan 25 mL sesuai untuk pekerjaan sintesis skala milimol hingga puluhan milimol yang umum dilakukan di laboratorium penelitian.
Di laboratorium Indonesia, bahan seperti ini banyak digunakan pada riset kimia organik sintesis di perguruan tinggi, laboratorium pengembangan bahan aktif, serta kegiatan pembuatan senyawa pembanding untuk keperluan analisis. Kemasan menengah membantu institusi yang jumlah reaksinya tidak masif namun menuntut ketersediaan bahan yang konsisten sepanjang satu periode penelitian. Ketersediaan blok bangun terfungsionalisasi semacam ini memangkas waktu kerja mahasiswa dan peneliti karena tahapan persiapan awal dapat dilewati.
- Sintesis heterosiklik, karena gugus keton dan ester pada satu molekul memudahkan reaksi kondensasi dengan hidrazin, urea, atau amidin membentuk cincin bernitrogen.
- Reaksi alkilasi lanjutan pada karbon alfa, sebab proton yang tersisa masih dapat dideprotonasi untuk memasang substituen kedua sesuai rancangan sintesis.
- Prekursor keton rantai panjang melalui hidrolisis dan dekarboksilasi, jalur klasik yang memberikan produk karbonil dengan kerangka karbon yang telah ditentukan sebelumnya.
- Kondensasi Knoevenagel dengan aldehida, karena karbon aktifnya bereaksi menghasilkan alkena terkonjugasi yang berguna sebagai zat antara berbagai sintesis lanjutan.
- Bahan latihan dan praktikum kimia organik lanjut, sebab reaktivitasnya mudah diprediksi sehingga cocok untuk mengajarkan konsep enol, enolat, dan tautomeri.
| Merek | TCI (kode katalog H0129) |
|---|---|
| Nomor CAS | 29214-60-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25 mL |
| Bentuk fisik | cairan |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk, kering, berventilasi, dan jauh dari sumber api serta oksidator kuat |
Simpan Ethyl 2-Hexylacetoacetate dalam botol asalnya yang tertutup rapat, di lemari bahan kimia yang sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari sinar matahari langsung serta bahan pengoksidasi kuat. Pindahkan cairan di dalam lemari asam menggunakan pipet atau syringe kering agar tidak terjadi kontaminasi kelembapan dan agar uapnya tidak terhirup. Kenakan sarung tangan tahan pelarut, kacamata pelindung, dan jas laboratorium selama penanganan. Bersihkan segera tumpahan kecil dengan bahan penyerap inert, kumpulkan pada wadah limbah organik berlabel, dan pastikan botol ditutup rapat kembali setelah setiap pengambilan agar mutu bahan tetap terjaga.
—
