Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 920-66-1

1,1,1,3,3,3-Hexafluoropropan-2-ol, CAS 920-66-1, TCI H0424

1,1,1,3,3,3-Hexafluoropropan-2-ol, CAS 920-66-1, TCI H0424

Identitas Kimia

Nama lain
= HFIP · HFIP · 1,1,1,3,3,3-Hexafluoro-2-propanol · 1,1,1,3,3,3-Hexafluoroisopropyl Alcohol · HFP · HFIP
No. CAS
920-66-1
PubChem
CID 13529·SID 87570824
Rumus molekul
C3H2F6O
Berat molekul
168.04 g/mol
Kemurnian
>99.0%(GC)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
1,1,1,3,3,3-hexafluoropropan-2-ol
SMILES
C(C(F)(F)F)(C(F)(F)F)O
InChIKey
BYEAHWXPCBROCE-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL00011651
Harga reguler Rp 1.803.900,00
Harga reguler Rp 1.261.050,00 Harga obral Rp 1.803.900,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

1,1,1,3,3,3-Hexafluoropropan-2-ol adalah senyawa kimia fluorinasi yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia di laboratorium. Bahan ini memiliki struktur molekuler yang khas dengan enam atom fluorin, sehingga memperlihatkan sifat kimia dan fisika yang unik. Senyawa ini sering digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa organofluorida, yang memiliki aplikasi luas dalam bidang farmasi, material, dan kimia organik. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai reaktan atau bahan bantu dalam reaksi substitusi dan reaksi oksidasi.

Karakteristik utama dari 1,1,1,3,3,3-Hexafluoropropan-2-ol adalah tingkat kelarutan yang baik dalam pelarut organik, serta stabilitas kimia yang tinggi. Sifat ini membuatnya menjadi pilihan yang ideal dalam reaksi yang memerlukan kondisi reaktif namun tetap stabil. Selain itu, senyawa ini memiliki titik didih yang tinggi, sehingga memungkinkan penggunaan dalam reaksi yang memerlukan suhu tinggi. Karena sifat fluorinasi yang kuat, senyawa ini juga memiliki sifat non-polar yang memengaruhi interaksi dengan molekul lain.

Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik, terutama dalam pengembangan senyawa baru yang memiliki sifat spesifik. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan bahan ini untuk eksperimen yang melibatkan sintesis senyawa fluorinasi. Bahan ini juga sering ditemukan dalam penelitian material baru, seperti polimer dan komposit, yang memerlukan sifat kimia tertentu.

  • Sintesis senyawa organofluorida untuk pengembangan obat baru
  • Reaksi substitusi dalam sintesis senyawa fluorinasi
  • Pengujian sifat kimia senyawa fluorinasi dalam penelitian material
  • Pembuatan pelarut khusus untuk reaksi kimia yang memerlukan stabilitas tinggi
  • Penelitian tentang efek fluorinasi terhadap sifat fisika dan kimia senyawa

Dari brosur TCI

  • Pilihan pelarut (CH3OH atau HFIP) pada skema lakton asimetris dan Diels-Alder dengan I1122

Merek TCI
Nomor CAS 920-66-1
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Fluorinated Building Blocks
Ukuran kemasan 25g, 100g, 500g
Bentuk fisik Cairan
Penyimpanan Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering

Data dari brosur TCI

Ukuran kemasan25g / 100g / 500g

Sumber: TCI brochure RR140 (2026-01-06)

Bahan ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Karena sifat kimia yang stabil, bahan ini tidak mudah terurai, namun tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Dalam penggunaan, gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Pastikan wadah tidak bocor dan disimpan di area yang terkunci untuk mencegah akses yang tidak sah.

  • Kichigina dkk. (2017). Kinetics and mechanism of radiation telomerization of tetrafluoroethylene in hexafluoropropan-2-ol and trifluoroethanol. Russian Chemical Bulletin doi:10.1007/s11172-017-1756-1
  • Haque dkk. (2010). Voltammetry of N-bromosuccinimide in Hexafluoropropan-2-ol. ECS Meeting Abstracts doi:10.1149/ma2010-02/35/2091
  • Blandamer dkk. (1990). Excess molar Gibbs energies of mixing of water and 1,1,1,3,3,3-hexafluoropropan-2-ol mixtures at 298.15 K. Comparison of thermodynamic properties and inverse Kirkwood–Buff integral functions for binary aqueous mixtures formed by ethanol, propan-2-ol, 2,2,2-trifluoroethanol and 1,1,1,3,3,3-hexafluoropropan-2-ol. J. Chem. Soc., Faraday Trans. doi:10.1039/ft9908602209

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

Referensi dari brosur TCI

  1. Muhammet Uyanik. Hydrogen Bonding and Alcohol Effects in Asymmetric Hypervalent Iodine Catalysis: Enantioselective Oxidative Dearomatization of Phenols Angewandte Chemie International Edition, 2013. doi:10.1002/anie.201303559
  2. Danièle Bonnet-Delpon. Fluorinated Alcohols: A New Medium for Selective and Clean Reaction Synlett, 2004. doi:10.1055/s-2003-44973
  3. Andrew J. Phillips. 1,1,1,3,3,3‐Hexafluoro‐2‐propanol Encyclopedia of Reagents for Organic Synthesis, 2021. doi:10.1002/047084289x.rn01164.pub2
  4. Nelson J. Leonard. 1,1,1,3,3,3-Hexafluoro-2-propanol for the removal of the 4,4′-DimethoxytrityI protecting group from the 5′-hydroxyl of acid-sensitive nucleosides and nucleotides Tetrahedron Letters, 1995. doi:10.1016/0040-4039(95)01673-6
  5. Alex Apffel. Analysis of Oligonucleotides by HPLC−Electrospray Ionization Mass Spectrometry Analytical Chemistry, 1997. doi:10.1021/ac960916h
  6. Robert Erb. Comparison of mobile‐phase systems commonly applied in liquid chromatography‐mass spectrometry of nucleic acids ELECTROPHORESIS, 2013. doi:10.1002/elps.201300269
  7. Michiel C. A. van Vliet. Fluorinated Alcohols: Effective Solvents for Uncatalysed Epoxidations with Aqueous Hydrogen Peroxide Synlett, 2001. doi:10.1055/s-2001-10766
  8. Albrecht Berkessel. Dramatic Acceleration of Olefin Epoxidation in Fluorinated Alcohols:  Activation of Hydrogen Peroxide by Multiple H-Bond Networks Journal of the American Chemical Society, 2006. doi:10.1021/ja0620181
  9. Akio Saito. Synthesis of 2,3‐Disubstituted Indoles by a Rhodium‐Catalyzed Aromatic Amino‐Claisen Rearrangement of N‐Propargyl Anilines Angewandte Chemie International Edition, 2007. doi:10.1002/anie.200605162
  10. Misaki Yokota. Activation of 1,1-Difluoro-1-alkenes with a Transition-Metal Complex:  Palladium(II)-Catalyzed Friedel–Crafts-Type Cyclization of 4,4-(Difluorohomoallyl)arenes Organic Letters, 2007. doi:10.1021/ol702279w
  11. Andrew J. Hoteling. Importance of Solubility in the Sample Preparation of Poly(ethylene terephthalate) for MALDI TOFMS Analytical Chemistry, 2005. doi:10.1021/ac048525n
  12. Nami Hirota. Cooperative α‐helix formation of β‐lactoglobulin and melittin induced by hexafluoroisopropanol Protein Science, 1997. doi:10.1002/pro.5560060218
  13. Dong-Pyo Hong. Clustering of Fluorine-Substituted Alcohols as a Factor Responsible for Their Marked Effects on Proteins and Peptides Journal of the American Chemical Society, 1999. doi:10.1021/ja990833t
  14. Lennart Eberson. Making radical cations live longer Chemical Communications, 1996. doi:10.1039/cc9960002105
  15. Decheng Wan. Xanthate-Mediated Radical Polymerization of N-Vinylpyrrolidone in Fluoroalcohols for Simultaneous Control of Molecular Weight and Tacticity Macromolecules, 2005. doi:10.1021/ma0515230