TCI H0539 4-Hydroxy-3-methoxyphenylpyruvic Acid, yang juga dikenal sebagai asam vanilpiruvat, adalah senyawa fenolik dengan gugus asam alfa-keto pada rantai sampingnya. Struktur ini menggabungkan inti guaiakol, yakni cincin aromatik dengan gugus hidroksil dan metoksi bertetangga, dengan gugus piruvat yang sangat reaktif. Sebagai building block non-heterosiklik, senyawa ini dipakai dalam sintesis organik untuk membangun turunan fenilalanin dan tirosin termodifikasi, sekaligus berfungsi sebagai senyawa acuan dalam penelitian metabolisme asam amino aromatik dan analisis metabolit pada sampel biologis.
Keunggulan senyawa ini terletak pada keberagaman gugus fungsinya yang memungkinkan banyak jalur transformasi dari satu bahan awal. Gugus alfa-keto dapat mengalami aminasi reduktif, kondensasi, maupun reduksi menjadi alkohol, sementara gugus fenol dapat dieterifikasi atau diasilasi secara selektif. Sifat asamnya membuat senyawa larut lebih baik dalam larutan basa encer dan pelarut organik polar dibandingkan air netral. Seperti umumnya asam alfa-keto aromatik, bahan ini peka terhadap cahaya, panas, dan oksidasi, serta dapat mengalami kesetimbangan bentuk keto-enol dalam larutan, sehingga penyimpanan yang tepat sangat menentukan mutunya saat digunakan.
Laboratorium biokimia, kimia organik, dan analisis klinis di Indonesia memerlukan senyawa semacam ini ketika menyusun metode pengukuran metabolit terkait tirosin atau saat mengembangkan senyawa turunan fenolik. Pusat penelitian pangan dan bahan alam juga memanfaatkannya sebagai model senyawa turunan vanilin. Kemasan seratus miligram sesuai untuk penyiapan larutan standar analitik, sedangkan kemasan satu gram mencukupi kebutuhan percobaan sintesis skala laboratorium maupun pengujian berulang.
Produk TCI terkait
- 2-Hydroxy-3,5,5-trimethyl-2-cyclohexen-1-one, CAS 4883-60-7, TCI T2723
- 2-Bromo-5-hydroxy-4-methoxybenzaldehyde, CAS 2973-59-3, TCI B4681
- TCI B3229 2208-15-3 4-Bromo-3-hydroxy-2-naphthoic Acid
- 7-Bromo-3-hydroxy-2-naphthoic Acid, CAS 1779-11-9, TCI B3180
- 2-Hydroxy-6-methylbenzoic Acid, CAS 567-61-3, TCI M3737
- Methyl 4-Hydroxy-3,5-dimethoxybenzoate, CAS 884-35-5, TCI M2806
- Bahan awal sintesis asam amino termodifikasi: gugus alfa-keto mudah diubah menjadi gugus amino melalui aminasi reduktif atau reaksi transaminasi enzimatik terkendali.
- Standar analisis metabolit: dipakai sebagai pembanding untuk mengidentifikasi metabolit terkait tirosin dan katekolamin pada analisis kromatografi sampel biologis.
- Substrat uji enzim: senyawa ini menjadi substrat model untuk menelaah aktivitas transaminase, dehidrogenase, dan dekarboksilase pada penelitian biokimia enzimatik.
- Sintesis turunan fenolik: inti guaiakol memungkinkan eterifikasi dan asilasi selektif untuk membangun senyawa target dengan sifat elektronik yang dapat disesuaikan.
- Kajian aktivitas antioksidan: struktur fenol bermetoksi memberikan kemampuan mendonorkan atom hidrogen sehingga cocok sebagai senyawa model pada uji penangkapan radikal.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry) |
|---|---|
| Nomor CAS | 1081-71-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 100 mg dan 1 g |
| Bentuk fisik | serbuk atau padatan kristal, putih hingga kekuningan |
| Penyimpanan | simpan sejuk, kering, terlindung cahaya; disarankan di lemari pendingin |
Asam alfa-keto aromatik seperti senyawa ini sebaiknya disimpan di tempat sejuk, kering, dan gelap, idealnya di dalam lemari pendingin dan wadah tertutup rapat untuk memperlambat oksidasi maupun dekomposisi. Biarkan wadah mencapai suhu ruang sebelum dibuka agar tidak terjadi pengembunan pada serbuk. Siapkan larutan segar sesaat sebelum digunakan karena senyawa dapat berubah perlahan dalam larutan, terutama pada pH tinggi atau saat terkena cahaya. Gunakan wadah kaca gelap atau botol berbalut foil untuk penyimpanan sementara. Kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta lakukan penimbangan di area berventilasi baik dan hindari kontak dengan kulit.
—








