2-Hydroxy-2-methylpropiophenone adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam bidang ilmu material dan kimia polimer. Bahan ini berperan sebagai fotoinisiatoren dalam proses fotopolimerisasi, yaitu reaksi kimia yang diinduksi oleh cahaya. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan untuk memicu reaksi pembentukan polimer dari monomer, terutama dalam aplikasi seperti pelapisan, cetakan, dan bahan komposit.
Karakteristik utama dari 2-Hydroxy-2-methylpropiophenone adalah sensitivitas terhadap cahaya ultraviolet (UV) dan kemampuannya untuk mempercepat reaksi polimerisasi secara efisien. Senyawa ini memiliki stabilitas yang baik dalam kondisi tertentu dan tidak mudah terdegradasi, sehingga memperpanjang masa pakai produk akhir. Karena sifat ini, bahan ini menjadi pilihan utama dalam berbagai eksperimen kimia dan material.
Di laboratorium Indonesia, 2-Hydroxy-2-methylpropiophenone digunakan dalam penelitian dan pengembangan bahan polimer, terutama dalam industri manufaktur dan teknologi. Bahan ini juga relevan untuk penelitian dalam bidang teknik kimia dan material, yang semakin berkembang di berbagai institusi pendidikan dan penelitian di Indonesia.
- Fotopolimerisasi untuk pembuatan bahan komposit dan pelapisan
- Penelitian dalam bidang teknik kimia dan material untuk pengembangan bahan baru
- Pembuatan cetakan dan model 3D dengan teknik stereolitografi
- Pengujian sifat mekanik dan kimia bahan polimer
- Produksi bahan pelindung UV dalam aplikasi industri dan konsumen
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 7473-98-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Materials Science > Polymer/Macromolecule Reagents > Polymerization Reagents |
| Ukuran kemasan | 25g, 100g, 500g |
| Bentuk fisik | Padat, berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Bahan ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari sumber cahaya langsung. Karena sensitivitas terhadap cahaya, sebaiknya disimpan dalam lingkungan gelap. Selama penyimpanan, pastikan wadah tidak terbuka untuk mencegah kontaminasi dan kerusakan. Dalam penanganan, gunakan sarung tangan dan alat pelindung diri untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau mata.
—
