2-Hydroxy-4'-(2-hydroxyethoxy)-2-methylpropiophenone adalah fotoinisiator radikal bebas golongan alfa-hidroksiketon yang dikenal luas dalam penelitian polimerisasi terinduksi cahaya. Ketika disinari lampu ultraviolet pada rentang panjang gelombang yang sesuai, molekul ini mengalami pemutusan ikatan dan menghasilkan radikal yang langsung memulai reaksi rantai pada monomer akrilat, metakrilat, maupun makromer lain. Di laboratorium, peranannya sangat menentukan karena tanpa inisiator yang tepat, campuran monomer tidak akan mengeras meskipun telah disinari dalam waktu lama, sehingga senyawa ini menjadi komponen kunci dalam hampir setiap eksperimen fotopolimerisasi.
Sifat yang membuatnya sangat dicari adalah gugus hidroksietoksi pada cincin aromatik yang memberikan kelarutan dalam air jauh lebih baik dibanding fotoinisiator sejenis yang murni lipofilik. Keunggulan ini membuka jalan bagi pembentukan hidrogel berbasis larutan berair tanpa perlu menambahkan pelarut organik yang dapat mengganggu sistem biologis. Senyawa ini juga tergolong inisiator tipe satu yang bekerja melalui pembelahan langsung, sehingga tidak memerlukan koinisiator amina tambahan. Kombinasi kelarutan air, efisiensi pembentukan radikal, dan penerimaan luas di literatur menjadikannya rujukan standar dalam banyak protokol yang telah dipublikasikan.
Laboratorium di Indonesia memanfaatkannya terutama pada riset biomaterial, rekayasa jaringan, pencetakan tiga dimensi berbasis resin, serta pengembangan pelapis dan perekat yang mengeras dengan sinar ultraviolet. Tersedianya kemasan lima gram, dua puluh lima gram, dan seratus gram memudahkan penyesuaian antara kebutuhan penelitian tugas akhir yang berskala kecil dan kegiatan laboratorium pengembangan produk yang menjalankan pengulangan formulasi secara rutin.
- Pembentukan hidrogel untuk rekayasa jaringan, karena kelarutannya dalam air memungkinkan enkapsulasi sel dalam larutan prekursor tanpa pelarut organik yang merusak.
- Pencetakan tiga dimensi berbasis resin fotopolimer, sebab inisiator ini memicu pengerasan lapis demi lapis dengan waktu pajanan sinar yang relatif singkat.
- Pengembangan pelapis dan tinta yang mengeras dengan ultraviolet, karena reaksi berlangsung cepat pada suhu ruang tanpa perlu pemanasan oven yang boros energi.
- Fungsionalisasi permukaan polimer melalui pencangkokan terinduksi cahaya, di mana radikal yang terbentuk mengawali penempelan monomer fungsional pada substrat yang telah disiapkan.
- Studi kinetika fotopolimerisasi menggunakan spektroskopi inframerah waktu nyata, karena perilaku inisiasinya telah banyak didokumentasikan sehingga memudahkan pembandingan antarhasil penelitian.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 106797-53-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Materials Science > Polymer/Macromolecule Reagents > Polymerization Reagents |
| Ukuran kemasan | 5 g, 25 g, dan 100 g |
| Bentuk fisik | padatan, umumnya berupa serbuk atau kristal berwarna putih hingga hampir putih |
| Penyimpanan | simpan terlindung dari cahaya di tempat sejuk dan kering |
Karena bersifat peka terhadap cahaya, senyawa ini harus disimpan dalam wadah gelap atau wadah asli yang terbungkus aluminium foil, diletakkan pada lemari sejuk dan kering yang jauh dari sumber sinar ultraviolet termasuk lampu ruangan berdaya tinggi. Lakukan penimbangan secepat mungkin di bawah pencahayaan redam agar inisiator tidak terurai sebelum digunakan. Gunakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta hindari menghirup serbuknya. Tutup rapat wadah setelah pemakaian, catat tanggal pembukaan, dan simpan larutan stok pada botol amber bertutup rapat.
—
