Methyl 6-Hydroxy-2-naphthoate adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium kimia sebagai bahan baku untuk pembuatan senyawa heterosiklik atau senyawa organik lainnya. Dalam proses sintesis, senyawa ini berperan sebagai donor grup hidroksil yang dapat bereaksi dengan berbagai reaktif untuk menghasilkan produk yang lebih kompleks.
Senyawa ini memiliki struktur molekul yang stabil dan mudah bereaksi dalam kondisi tertentu. Karakteristik ini membuatnya menjadi pilihan yang tepat dalam berbagai reaksi kimia seperti reaksi esterifikasi, reaksi substitusi, atau reaksi oksidasi. Kemampuannya untuk berikatan dengan berbagai grup fungsional menjadikannya bahan yang sangat fleksibel dalam aplikasi laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian kimia, pengembangan obat, dan sintesis senyawa organik. Karena ketersediaannya yang relatif mudah dan harga yang kompetitif, senyawa ini sering dipilih oleh peneliti dan mahasiswa yang membutuhkan bahan baku untuk eksperimen kimia.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat
- Reaksi esterifikasi dalam pembuatan senyawa organik kompleks
- Pembuatan senyawa dengan grup hidroksil sebagai prekursor
- Eksperimen kimia untuk studi reaktivitas senyawa aromatik
- Penelitian tentang reaksi substitusi dan oksidasi senyawa aromatik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 17295-11-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan udara |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan udara serta cahaya matahari langsung. Simpan di tempat sejuk dan kering untuk mempertahankan kualitasnya. Saat menangani bahan ini, gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung. Pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol untuk meminimalkan risiko kecelakaan.
—
