Hexaconazole adalah senyawa kimia sintetik yang digunakan secara luas dalam penelitian biologi sel dan kanker. Sebagai inhibitor biosintesis sterol, senyawa ini berperan penting dalam menghambat pertumbuhan sel kanker dan memperkuat respons terapi. Dalam laboratorium, Hexaconazole sering digunakan untuk menguji efektivitas obat baru, mempelajari mekanisme pertumbuhan sel kanker, serta mengevaluasi kemampuan sel untuk menghasilkan protein spesifik. Bahan ini juga digunakan dalam penelitian tentang peran senyawa antifungal dalam pengembangan terapi kanker.
Hexaconazole memiliki sifat kimia yang stabil dan memungkinkan penggunaan dalam berbagai kondisi laboratorium. Senyawa ini bersifat non-iritan dan relatif aman jika dihandle dengan benar. Karena kemampuannya untuk menghambat jalur biosintesis sterol, Hexaconazole menjadi pilihan utama dalam penelitian yang memerlukan penghambatan pertumbuhan sel secara spesifik. Sifat ini juga membuatnya cocok untuk penggunaan dalam uji toksisitas dan studi interaksi molekuler.
Di laboratorium Indonesia, Hexaconazole digunakan dalam berbagai penelitian terkait kanker, termasuk uji efektivitas obat, studi mekanisme pertumbuhan sel, dan pengembangan terapi alternatif. Bahan ini menjadi alat penting dalam penelitian biomedis yang bertujuan meningkatkan kualitas diagnosis dan pengobatan penyakit kanker.
Brosur TCI (PDF)
- Agrochemical Ingredients for Research and Experimental Use 2026-01-08 · hal. 5
- Plant Research Reagents 2026-02-24 · hal. 11
- Uji efektivitas obat kanker untuk menghambat pertumbuhan sel tumor
- Penelitian mekanisme biosintesis sterol dalam sel kanker
- Pengembangan terapi berbasis senyawa antifungal untuk pengobatan kanker
- Studi interaksi molekuler antara senyawa aktif dan target sel
- Evaluasi respons terapi pada model kanker in vitro
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 79983-71-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Cell Biology > Cancer Research |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat (serbuk) |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya langsung |
Hexaconazole harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk menjaga kestabilan kimianya. Wadah yang sesuai adalah botol kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Selama penanganan, penting untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung. Bahan ini tidak beracun dalam dosis kecil, tetapi tetap perlu dihindari konsumsi atau inhalasi.
- - dkk. (1994). Hexaconazole (Anvil) contra cenicilla (Sphaerotheca pannosa Wallr. Fr. Lev. Rosae) en rosal (Rosa sp) de invernadero. Revista Chapingo Serie Horticultura doi:10.5154/r.rchsh.1993.07.053
- (2017). PERSISTENCE OF HEXACONAZOLE AND TRIAZOPHOS RESIDUES ON GUAR. International Journal of Recent Trends in Engineering and Research doi:10.23883/ijrter.2017.3548.ijkwn
- Wan Ibrahim dkk. (2009). Stacking and Sweeping in Cyclodextrin-Modified MEKC for Chiral Separation of Hexaconazole, Penconazole and Myclobutanil. Chromatographia doi:10.1365/s10337-009-1427-y
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
