Itraconazole adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam bidang ilmu hayat sebagai antibiotik antijamur. Bahan ini berperan penting dalam penelitian mikrobiologi, terutama dalam pengujian aktivitas antimikroba dan pengembangan obat. Itraconazole termasuk dalam kelas azole, yang bekerja dengan menghambat sintesis kolesterol dalam jamur, sehingga menghambat pertumbuhan dan reproduksi patogen. Dalam laboratorium, bahan ini sering digunakan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi jamur patogenik, serta dalam uji sensitivitas mikroba.
Itraconazole memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat larut dalam pelarut organik seperti etil asetat dan aseton. Karena sifat ini, bahan ini mudah digunakan dalam berbagai reaksi kimia dan uji laboratorium. Selain itu, Itraconazole memiliki daya tahan yang baik terhadap kondisi lingkungan tertentu, sehingga memudahkan penyimpanan dan penggunaan dalam jangka waktu yang lebih lama. Sifat kimia dan stabilitas ini menjadikannya pilihan yang tepat untuk penelitian yang membutuhkan keakuratan dan konsistensi.
Di laboratorium di Indonesia, Itraconazole digunakan sebagai bahan baku dalam penelitian kesehatan masyarakat, farmasi, dan mikrobiologi. Bahan ini sering ditemukan dalam penelitian terkait penyakit jamur, pengembangan obat, dan uji laboratorium untuk memastikan kualitas produk farmasi. Dengan kehandalannya dalam penggunaan laboratorium, Itraconazole menjadi salah satu bahan yang penting dalam berbagai bidang ilmu hayat di Indonesia.
Brosur TCI (PDF)
- Antimicrobials and Antitumor Agents for Research and Experimental Use 2025-04-24 · hal. 9
- Pharmaceutical Ingredients for Research and Experimental Use 2026-03-09 · hal. 9
- Uji sensitivitas mikroba untuk menentukan efektivitas antibiotik terhadap jamur patogenik
- Pengembangan obat antijamur dalam bidang farmasi dan kesehatan masyarakat
- Penelitian tentang mekanisme kerja azole dalam menghambat pertumbuhan jamur
- Identifikasi dan karakterisasi jamur patogenik dalam laboratorium mikrobiologi
- Pengujian aktivitas antimikroba untuk mengevaluasi potensi bahan baru dalam bidang farmasi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 84625-61-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Antibiotics |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat (serbuk) |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Itraconazole harus disimpan dalam wadah tertutup yang kedap udara, di tempat yang sejuk dan kering. Hindari paparan langsung dari cahaya matahari dan kelembapan untuk menjaga kualitas bahan. Saat menangani bahan ini, gunakan sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau saluran pernapasan. Pastikan area kerja bersih dan terkontrol untuk menghindari kontaminasi. Penyimpanan yang tepat akan memperpanjang masa pakai dan menjaga efektivitas bahan dalam penelitian.
- (2026). Itraconazole. Reactions Weekly doi:10.1007/s40278-026-92000-7
- (2018). Ciclosporin/itraconazole/rivaroxaban. Reactions Weekly doi:10.1007/s40278-018-50609-0
- De Beule dkk. (2001). Pharmacology of Itraconazole. Drugs doi:10.2165/00003495-200161001-00003
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
Kategori Produk
- Biochemicals and ReagentsAntibioticsAntibiotics (by Application)
- Biochemicals and ReagentsPharmaceutical Research Reagents (for Experimental Use)Antifungal Ingredients (for Research and Experimental Use)
- Biochemicals and Reagents
- Cell BiologyCancer ResearchAntitumor Agents for Research
- Cell BiologyCancer ResearchChemopreventive Agents [Cancer Research]
- Cell BiologyCancer Research
- MicrobiologyAntibioticsAntibiotics (by Application)
- Pharmaceutical Development and Drug Discovery ResearchPharmaceutical Research Reagents (for Experimental Use)Antifungal Ingredients (for Research and Experimental Use)
- Pharmaceutical Development and Drug Discovery ResearchAntibioticsAntibiotics (by Application)
