Ketoconazole adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam bidang ilmu hayat dan kimia farmakologi. Sebagai antibiotik antifungal, ketoconazole bekerja dengan menghambat sintesis ergosterol, komponen penting dalam membran sel jamur. Bahan ini sering digunakan dalam penelitian untuk mengisolasi dan mengidentifikasi mikroorganisme, terutama jamur, dalam lingkungan laboratorium. Dalam eksperimen biokimia, ketoconazole juga berperan dalam studi tentang mekanisme kerja obat dan efeknya terhadap sel target.
Ketoconazole memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat larut dalam pelarut organik seperti etil asetat atau aseton. Keberadaan senyawa ini dalam bentuk padat memudahkan dalam penggunaan dan penyimpanan. Karena sifatnya yang tidak beracun dan relatif aman dalam penggunaan yang tepat, ketoconazole menjadi pilihan yang populer dalam laboratorium. Selain itu, senyawa ini memiliki daya reaktivitas yang baik, sehingga cocok untuk berbagai reaksi kimia dan analisis biokimia.
Di laboratorium Indonesia, ketoconazole digunakan dalam berbagai penelitian terkait kesehatan masyarakat, seperti studi tentang infeksi jamur dan pengembangan obat antifungal. Bahan ini juga sering ditemukan dalam laboratorium farmasi dan biomedis, baik untuk penelitian dasar maupun aplikasi klinis. Ketersediaan produk ini mendukung kebutuhan penelitian lokal dalam bidang ilmu hayat dan farmasi.
- Analisis mikrobiologi untuk mengidentifikasi jamur patogen
- Pengujian efektivitas obat antifungal dalam penelitian farmakologi
- Studi tentang mekanisme kerja senyawa antifungal dalam sel
- Penelitian tentang interaksi antara obat dan sistem biologis
- Pengembangan metode deteksi dan identifikasi jamur secara kuantitatif
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 65277-42-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Antibiotics |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat (serbuk) |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari cahaya langsung |
Ketoconazole harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Bahan ini sebaiknya disimpan dalam ruangan yang kering dan sejuk, dengan suhu antara 15°C hingga 25°C. Selama penyimpanan, pastikan wadah tidak terbuka dan tidak terpapar udara bebas. Dalam penggunaan, gunakan sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau inhalasi.
- &NA; (1991). Ketoconazole see Zidovudine/pyrimethamine/ketoconazole. Reactions Weekly doi:10.2165/00128415-199103520-00042
- Ahmad dkk. (2024). Exploring the Efficacy of Ketoconazole versus Ketoconazole Combined with Adapalene in Treating Pityriasis Versicolor: A Comparative Study. Pakistan Journal of Health Sciences doi:10.54393/pjhs.v5i08.1679
- &NA; (2003). Ketoconazole Foam ??? Connetics. Drugs in R & D doi:10.2165/00126839-200304050-00009
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
