Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 86386-73-4

Fluconazole TCI F0677

Fluconazole TCI F0677

Identitas Kimia

Nama lain
2-(2,4-Difluorophenyl)-1,3-bis(1H-1,2,4-triazol-1-yl)propan-2-ol
No. CAS
86386-73-4
PubChem
CID 3365·SID 87560996
Rumus molekul
C13H12F2N6O
Berat molekul
306.28 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)(T)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2-(2,4-difluorophenyl)-1,3-bis(1,2,4-triazol-1-yl)propan-2-ol
SMILES
C1=CC(=C(C=C1F)F)C(CN2C=NC=N2)(CN3C=NC=N3)O
InChIKey
RFHAOTPXVQNOHP-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 1.273.650,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.273.650,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Fluconazole adalah senyawa antifungal yang digunakan secara luas dalam penelitian laboratorium untuk menghambat pertumbuhan jamur. Sebagai salah satu antibiotik yang termasuk dalam kategori azol, Fluconazole bekerja dengan menghambat sintesis membran sel jamur, sehingga mencegah pertumbuhan dan reproduksi mikroba tersebut. Produk ini sangat penting dalam berbagai eksperimen biokimia, terutama dalam studi tentang interaksi antara obat dan mikroba, serta dalam pengujian efektivitas antibiotik.

Fluconazole memiliki sifat kimia yang stabil dan daya larut yang baik dalam pelarut organik, sehingga memudahkan proses penyiapan larutan untuk eksperimen. Karena sifatnya yang tidak beracun dan memiliki keamanan yang relatif tinggi, senyawa ini sering dipilih sebagai bahan baku dalam penelitian farmakologi dan mikrobiologi. Ketersediaan dalam bentuk padat juga memudahkan penyimpanan dan penggunaan dalam berbagai skala eksperimen.

Di laboratorium Indonesia, Fluconazole sering digunakan dalam penelitian terkait penyakit jamur, pengujian antibiotik, dan pengembangan obat baru. Produk ini juga menjadi bagian dari alat dan bahan yang diperlukan untuk penelitian kesehatan masyarakat, terutama dalam upaya mengatasi infeksi jamur yang semakin kompleks.

  • Pengujian efektivitas antibiotik terhadap jamur dalam penelitian farmakologi.
  • Penelitian tentang mekanisme kerja senyawa antifungal dalam biokimia.
  • Pengembangan obat baru yang bertujuan mengatasi infeksi jamur resisten.
  • Eksperimen untuk mengevaluasi interaksi antara obat dan mikroba dalam lingkungan laboratorium.
  • Penelitian kesehatan masyarakat terkait penyebaran penyakit jamur di wilayah Indonesia.

Merek TCI
Nomor CAS 86386-73-4
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Life Science > Biochemicals and Reagents > Antibiotics
Ukuran kemasan 1g
Bentuk fisik Padat (serbuk)
Penyimpanan Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan cahaya langsung.

Fluconazole harus disimpan dalam wadah tertutup yang kedap udara dan jauh dari paparan cahaya langsung untuk menjaga kualitas dan stabilitas senyawa. Wadah yang sesuai adalah botol kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam penanganan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung. Karena sifatnya yang tidak beracun, Fluconazole relatif aman, tetapi tetap perlu dihindari konsumsi atau inhalasi.

  • (2022). Azathioprine/fluconazole/methylprednisolone. Reactions Weekly doi:10.1007/s40278-022-12047-3
  • Cartledge dkk. (1997). Prior fluconazole exposure as an independent risk factor for fluconazole resistant candidosis in HIV positive patients: a case-control study.. Sexually Transmitted Infections doi:10.1136/sti.73.6.471
  • Nedea (Ilie) (2025). SYNERGISTIC EFFECTS OF FLUCONAZOLE AND ROSMARINUS OFFICINALIS ESSENTIAL OIL AGAINST CANDIDA SPP. STRAINS. FARMACIA doi:10.31925/farmacia.2025.2.19

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.