Fluconazole adalah senyawa antifungal yang digunakan secara luas dalam penelitian laboratorium untuk menghambat pertumbuhan jamur. Sebagai salah satu antibiotik yang termasuk dalam kategori azol, Fluconazole bekerja dengan menghambat sintesis membran sel jamur, sehingga mencegah pertumbuhan dan reproduksi mikroba tersebut. Produk ini sangat penting dalam berbagai eksperimen biokimia, terutama dalam studi tentang interaksi antara obat dan mikroba, serta dalam pengujian efektivitas antibiotik.
Fluconazole memiliki sifat kimia yang stabil dan daya larut yang baik dalam pelarut organik, sehingga memudahkan proses penyiapan larutan untuk eksperimen. Karena sifatnya yang tidak beracun dan memiliki keamanan yang relatif tinggi, senyawa ini sering dipilih sebagai bahan baku dalam penelitian farmakologi dan mikrobiologi. Ketersediaan dalam bentuk padat juga memudahkan penyimpanan dan penggunaan dalam berbagai skala eksperimen.
Di laboratorium Indonesia, Fluconazole sering digunakan dalam penelitian terkait penyakit jamur, pengujian antibiotik, dan pengembangan obat baru. Produk ini juga menjadi bagian dari alat dan bahan yang diperlukan untuk penelitian kesehatan masyarakat, terutama dalam upaya mengatasi infeksi jamur yang semakin kompleks.
Brosur TCI (PDF)
- Antimicrobials and Antitumor Agents for Research and Experimental Use 2025-04-24 · hal. 9
- Pharmaceutical Ingredients for Research and Experimental Use 2026-03-09 · hal. 9
- Pengujian efektivitas antibiotik terhadap jamur dalam penelitian farmakologi.
- Penelitian tentang mekanisme kerja senyawa antifungal dalam biokimia.
- Pengembangan obat baru yang bertujuan mengatasi infeksi jamur resisten.
- Eksperimen untuk mengevaluasi interaksi antara obat dan mikroba dalam lingkungan laboratorium.
- Penelitian kesehatan masyarakat terkait penyebaran penyakit jamur di wilayah Indonesia.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 86386-73-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Antibiotics |
| Ukuran kemasan | 1g |
| Bentuk fisik | Padat (serbuk) |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan cahaya langsung. |
Fluconazole harus disimpan dalam wadah tertutup yang kedap udara dan jauh dari paparan cahaya langsung untuk menjaga kualitas dan stabilitas senyawa. Wadah yang sesuai adalah botol kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam penanganan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung. Karena sifatnya yang tidak beracun, Fluconazole relatif aman, tetapi tetap perlu dihindari konsumsi atau inhalasi.
- (2022). Azathioprine/fluconazole/methylprednisolone. Reactions Weekly doi:10.1007/s40278-022-12047-3
- Cartledge dkk. (1997). Prior fluconazole exposure as an independent risk factor for fluconazole resistant candidosis in HIV positive patients: a case-control study.. Sexually Transmitted Infections doi:10.1136/sti.73.6.471
- Nedea (Ilie) (2025). SYNERGISTIC EFFECTS OF FLUCONAZOLE AND ROSMARINUS OFFICINALIS ESSENTIAL OIL AGAINST CANDIDA SPP. STRAINS. FARMACIA doi:10.31925/farmacia.2025.2.19
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
Kategori Produk
- Biochemicals and ReagentsAntibioticsAntibiotics (by Application)
- Biochemicals and ReagentsPharmaceutical Research Reagents (for Experimental Use)Antifungal Ingredients (for Research and Experimental Use)
- Biochemicals and Reagents
- Cell BiologyCancer ResearchChemopreventive Agents [Cancer Research]
- Cell BiologyCancer Research
- MicrobiologyAntibioticsAntibiotics (by Application)
- Pharmaceutical Development and Drug Discovery ResearchPharmaceutical Research Reagents (for Experimental Use)Antifungal Ingredients (for Research and Experimental Use)
- Pharmaceutical Development and Drug Discovery ResearchAntibioticsAntibiotics (by Application)
