Ritonavir adalah senyawa kimia yang termasuk dalam kategori antibiotik dan digunakan dalam penelitian terkait virologi dan farmakologi. Sebagai inhibitor protease, ritonavir berperan penting dalam penghambatan replikasi virus, terutama pada virus HIV. Bahan ini sering digunakan dalam penelitian untuk mengembangkan obat antiretroviral dan mempelajari mekanisme kerja virus. Dalam laboratorium, ritonavir menjadi alat penting untuk uji coba farmakologis dan studi interaksi obat.
Ritonavir memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu dan memiliki daya larut yang baik dalam pelarut organik. Karena sifat ini, senyawa ini mudah dilarutkan dan dapat digunakan dalam berbagai reaksi kimia dan proses sintesis. Selain itu, ritonavir memiliki kestabilan termal yang memadai, sehingga memudahkan penyimpanan dan penggunaan dalam jangka waktu yang relatif lama.
Di laboratorium Indonesia, ritonavir digunakan dalam penelitian kesehatan masyarakat, terutama dalam studi tentang penyakit menular dan pengembangan obat. Bahan ini juga menjadi bagian dari program penelitian di universitas dan lembaga riset yang fokus pada bidang farmakologi dan virologi.
Brosur TCI (PDF)
- Antiviral Agents Targeting RNA-Dependent RNA Polymerase (RdRp) 2025-11-25 · hal. 1
- Antimicrobials and Antitumor Agents for Research and Experimental Use 2025-04-24 · hal. 13
- Amino Acids and Peptide Synthesis Reagents 2025-08-14 · hal. 32
- Pharmaceutical Ingredients for Research and Experimental Use 2026-03-09 · hal. 13
- Penelitian penghambatan virus HIV untuk pengembangan obat antiretroviral
- Uji coba interaksi obat dalam studi farmakodinamika
- Analisis kinerja senyawa dalam sistem penghambatan protease
- Pengujian efektivitas senyawa dalam model eksperimental virus
- Studi tentang mekanisme kerja dan toksisitas ritonavir
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 155213-67-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Antibiotics |
| Ukuran kemasan | 200mg, 1g |
| Bentuk fisik | Serbuk kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, dalam suhu kamar dan menjauh dari cahaya langsung |
Ritonavir harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan cahaya langsung untuk menjaga stabilitasnya. Simpan dalam suhu kamar dan hindari paparan udara terbuka atau kelembapan berlebihan. Selama penggunaan, pastikan menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung. Bahan ini juga perlu dikelola dengan hati-hati karena dapat bersifat iritatif jika terkena kulit atau mata.
- Greenblatt (2000). Alprazolam-ritonavir interaction: Implications for product labeling. Clinical Pharmacology & Therapeutics doi:10.1067/mcp.2000.105757
- &NA; (1999). Ritonavir + saquinavir better tolerated than ritonavir?. Reactions Weekly doi:10.2165/00128415-199907750-00011
- (2017). Ritonavir. Reactions Weekly doi:10.1007/s40278-017-31033-6
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
Kategori Produk
- Biochemicals and ReagentsAntibioticsAntibiotics (by Application)
- Biochemicals and ReagentsEnzymes, Enzyme Inhibitors, Enzyme SubstratesEnzyme Inhibitors [Biochemicals and Reagents]
- Biochemicals and ReagentsPeptides [Biochemicals and Reagents]Oligopeptides
- Biochemicals and ReagentsPharmaceutical Research Reagents (for Experimental Use)Antiviral Research Reagents (for Experimental Use)
- Biochemicals and Reagents
- Cell BiologyCancer ResearchAntitumor Agents for Research
- Cell BiologyCancer ResearchChemopreventive Agents [Cancer Research]
- Cell BiologyCancer Research
- MicrobiologyAntibioticsAntibiotics (by Application)
- Pharmaceutical Development and Drug Discovery ResearchPharmaceutical Research Reagents (for Experimental Use)Antiviral Research Reagents (for Experimental Use)
- Pharmaceutical Development and Drug Discovery ResearchAntibioticsAntibiotics (by Application)








