Abacavir adalah senyawa kimia yang digunakan dalam penelitian bidang kehidupan ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang biokimia dan reagen. Bahan ini berperan sebagai obat anti-HIV yang digunakan dalam pengobatan infeksi virus HIV. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk pengembangan obat, penelitian farmakologi, dan uji klinis. Karena sifatnya yang aktif secara biologis, Abacavir menjadi bahan penting dalam studi tentang mekanisme kerja obat dan interaksi molekuler.
Abacavir memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, tetapi sangat sensitif terhadap paparan sinar UV dan oksidasi. Senyawa ini memiliki struktur molekuler kompleks yang memungkinkan reaksi kimia berbagai jenis, sehingga sangat cocok untuk eksperimen yang memerlukan manipulasi molekuler. Karena kemurniannya tinggi dan konsistensi kualitas, Abacavir sering dipilih sebagai bahan utama dalam penelitian ilmiah yang memerlukan presisi tinggi.
Di laboratorium Indonesia, Abacavir digunakan dalam berbagai penelitian terkait kesehatan masyarakat, terutama dalam bidang farmasi dan biomedis. Bahan ini juga menjadi bagian dari program penelitian yang fokus pada pengembangan obat baru dan peningkatan pemahaman tentang penyakit menular. Dengan adanya sumber pasokan yang terjangkau dan kualitas terjamin, Abacavir menjadi pilihan yang relevan bagi peneliti lokal.
Brosur TCI (PDF)
- Immunology Research Reagents 2026-06-03 · hal. 9
- Nucleosides, Nucleotides, Nucleic Acids and Related Reagents 2026-03-23 · hal. 12
- Antimicrobials and Antitumor Agents for Research and Experimental Use 2025-04-24 · hal. 12
- Pharmaceutical Ingredients for Research and Experimental Use 2026-03-09 · hal. 12
- Reagents for Biological Research 2025-03-11 · hal. 44
- Penelitian pengembangan obat anti-HIV untuk pengobatan infeksi virus
- Uji farmakologis untuk mengevaluasi efektivitas senyawa aktif
- Eksperimen interaksi molekuler dalam studi mekanisme kerja obat
- Pemrosesan bahan baku untuk produksi obat secara skala laboratorium
- Analisis kimia untuk identifikasi dan karakterisasi senyawa biologis
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 136470-78-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Antibiotics |
| Ukuran kemasan | 1g |
| Bentuk fisik | Serbuk kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Abacavir harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari sumber cahaya langsung serta kelembapan tinggi. Penyimpanan dalam suhu kamar yang stabil sangat disarankan. Dalam penggunaan, pastikan untuk menghindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung. Selalu pastikan bahwa bahan ini tidak terkontaminasi oleh bahan kimia lain yang tidak relevan.
- &NA; (2012). Lamivudine/abacavir. Reactions Weekly doi:10.2165/00128415-201214270-00099
- &NA; (2010). Lamivudine/abacavir. Reactions Weekly doi:10.2165/00128415-201013190-00101
- (2007). Lamivudine/abacavir maintains virological superiority over zidovudine/lamivudine and zidovudine/abacavir beyond 5 years in children. AIDS doi:10.1097/qad.0b013e3280e087e7
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
Kategori Produk
- Biochemicals and ReagentsAntibioticsAntibiotics (by Application)
- Biochemicals and ReagentsEnzymes, Enzyme Inhibitors, Enzyme SubstratesEnzyme Inhibitors [Biochemicals and Reagents]
- Biochemicals and ReagentsPharmaceutical Research Reagents (for Experimental Use)Antiviral Research Reagents (for Experimental Use)
- Biochemicals and Reagents
- MicrobiologyAntibioticsAntibiotics (by Application)
- Pharmaceutical Development and Drug Discovery ResearchPharmaceutical Research Reagents (for Experimental Use)Antiviral Research Reagents (for Experimental Use)
- Pharmaceutical Development and Drug Discovery ResearchAntibioticsAntibiotics (by Application)








