Cyclosporin A adalah senyawa biokimia yang digunakan secara luas dalam penelitian bidang kehidupan ilmu pengetahuan. Produk ini merupakan bahan aktif yang memiliki aktivitas imunosupresif kuat, sehingga sering digunakan dalam studi terkait sistem imun, inflamasi, dan penyakit autoimun. Cyclosporin A juga menjadi bahan penting dalam pengembangan obat dan penelitian farmakologis, terutama dalam bidang kesehatan dan biomedis.
Cyclosporin A memiliki struktur kompleks dan sifat kimia yang stabil, membuatnya cocok untuk berbagai aplikasi laboratorium. Senyawa ini memiliki daya larut yang baik dalam pelarut organik dan memerlukan kondisi penyimpanan yang tepat untuk mempertahankan kualitasnya. Karena sifatnya yang tidak beracun secara langsung, Cyclosporin A menjadi pilihan yang aman untuk digunakan dalam penelitian ilmiah di lingkungan laboratorium.
Di Indonesia, Cyclosporin A digunakan dalam berbagai penelitian ilmiah di institusi pendidikan tinggi dan lembaga riset. Bahan ini sangat relevan dalam studi tentang mekanisme kerja imun, pengembangan obat, serta penelitian terapi imunosupresif. Dengan sifatnya yang spesifik, Cyclosporin A menjadi alat penting dalam laboratorium yang fokus pada bidang kehidupan ilmu pengetahuan dan kesehatan.
- Penelitian tentang mekanisme kerja sistem imun manusia
- Pengembangan obat imunosupresif untuk penyakit autoimun
- Studi tentang efek farmakologis senyawa biokimia
- Analisis kuantitatif dan kualitatif senyawa aktif dalam sampel biologis
- Pemantauan konsentrasi Cyclosporin A dalam penelitian farmakodinamika
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 59865-13-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Antibiotics |
| Ukuran kemasan | 100mg, 1g |
| Bentuk fisik | Serbuk kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat, dalam kondisi kering dan sejuk |
Cyclosporin A harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di lingkungan yang kering dan sejuk, menjauh dari paparan cahaya langsung. Bahan ini tidak beracun secara langsung, tetapi tetap perlu dihindari kontak dengan kulit dan mata. Dalam penanganan, gunakan sarung tangan dan masker untuk melindungi diri. Pastikan wadah penyimpanan tidak bocor dan selalu ditempatkan di area yang aman dan terkunci.
- Potier (1998). Comparative study of cyclosporin A, cyclosporin G, and the novel cyclosporin derivative IMM 125 in isolated glomeruli and cultured rat mesangial cells: a morphometric analysis. Nephrology Dialysis Transplantation doi:10.1093/ndt/13.6.1406
- Guella (1998). Uneventful re-treatment with cyclosporin in two cases of cyclosporin-induced haemolytic uraemic syndrome. Nephrology Dialysis Transplantation doi:10.1093/ndt/13.7.1864
- Bolin dkk. (1991). Cyclosporin-Associated Thrombotic Microangiopathy: Successful Retreatment with Cyclosporin. Renal Failure doi:10.3109/08860229109022164
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
