Koleksi: Paraptosis

Paraptosis — mencakup senyawa alami dan turunan sintetik seperti flavonoid, triterpenoid, serta senyawa poliketida yang dipakai sebagai model eksperimen untuk mempelajari jalur kematian sel non-apoptotik yang dicirikan oleh pembengkakan retikulum endoplasma dan mitokondria.

Paraptosis dipakai peneliti biologi sel dan farmakologi molekuler sebagai bahan uji in vitro untuk mengamati pembentukan vakuola sitoplasma serta gangguan homeostasis organel pada model kultur sel. Senyawa seperti celastrol, xanthohumol, dan paclitaxel digunakan sebagai senyawa acuan riset dalam eksplorasi mekanisme jalur kematian sel alternatif pada berbagai lini sel eksperimental.

Contoh produk dalam koleksi ini: TCI X0068 6754-58-1 Xanthohumol, TCI C2408 59865-13-3 Cyclosporin A, TCI B4711 22457-89-2 Benfotiamine, TCI C2737 34157-83-0 Celastrol, TCI P1632 33069-62-4 Paclitaxel, TCI G0534 59870-68-7 Glabridin, TCI N1195 548472-68-0 Nutlin-3, TCI H0049 520-26-3 Hesperidin.

Perhatikan kemurnian dan asal senyawa, baik isolat alami maupun sintetik, kelarutan dalam pelarut organik yang kompatibel dengan medium kultur sel, serta konsistensi lot antar batch untuk reproduksibilitas eksperimen. Seluruh produk merupakan produk asli Tokyo Chemical Industry (TCI) Jepang, dengan kemurnian, kemasan, dan kondisi penyimpanan tercantum pada halaman masing-masing item.

Kategori lain yang sejajar di bawah Biologi Sel, sering dipakai bersamaan dalam satu alur kerja laboratorium:

Kembali ke Biologi Sel. Untuk pengadaan volume besar, kemasan khusus, atau grade tertentu, hubungi tim AMI Scientific — distributor resmi TCI Japan di Indonesia — untuk pengecekan ketersediaan dan lead time langsung ke Jepang.

9 produk