Shogaol adalah senyawa alami yang ditemukan dalam bahan-bahan herbal seperti jahe. Bahan ini sering digunakan dalam penelitian bidang kehidupan ilmu (Life Science) sebagai bahan baku untuk eksperimen biokimia dan farmakologi. Dalam laboratorium, shogaol berperan sebagai senyawa aktif yang dapat digunakan untuk mengeksplorasi mekanisme biologis, termasuk efek anti-inflamasi, antioksidan, dan kemungkinan aktivitas antitumor. Karena sifatnya yang kompleks dan berpotensi tinggi, shogaol menjadi bahan penting dalam pengembangan obat dan penelitian kesehatan masyarakat.
Shogaol memiliki struktur kimia yang unik dan merupakan salah satu senyawa fenolik yang dikenal memiliki aktivitas biologis kuat. Senyawa ini memiliki sifat antiradikal bebas dan kemampuan untuk menekan aktivitas enzim tertentu, sehingga menjadi bahan yang diminati dalam penelitian terapi alternatif dan terapi komplementer. Karakteristik ini membuat shogaol menjadi pilihan utama dalam eksperimen yang memerlukan senyawa dengan aktivitas biologis yang terukur dan dapat diatur.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, shogaol digunakan untuk penelitian terkait pengobatan tradisional dan pengembangan produk farmasi. Banyak institusi penelitian dan universitas di Indonesia menggunakan bahan ini untuk studi tentang efek farmakologis dan mekanisme aksi senyawa herbal. Dengan adanya shogaol, peneliti dapat memperluas pemahaman tentang potensi bahan alami dalam bidang kesehatan dan farmasi.
- Penelitian efek anti-inflamasi pada senyawa herbal
- Uji aktivitas antitumor dari ekstrak jahe
- Analisis komposisi kimia bahan herbal tradisional
- Pengembangan obat alternatif berbasis senyawa alami
- Studi mekanisme aksi senyawa fenolik pada sel manusia
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 555-66-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Biochemicals and Reagents |
| Ukuran kemasan | 25mg |
| Bentuk fisik | Padatan |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari cahaya langsung |
Shogaol harus disimpan dalam wadah tertutup dan terlindung dari cahaya matahari langsung untuk mempertahankan kualitasnya. Wadah yang sesuai adalah wadah kaca atau plastik yang kedap udara. Dalam laboratorium, bahan ini harus ditangani dengan hati-hati, karena bisa bersifat iritatif jika terkena kulit atau mata. Pastikan area penyimpanan memiliki ventilasi yang baik dan tidak terpapar suhu tinggi.
- He dkk. (2018). Glucuronidation of [6]-shogaol, [8]-shogaol and [10]-shogaol by human tissues and expressed UGT enzymes: identification of UGT2B7 as the major contributor. RSC Advances doi:10.1039/c8ra08466a
- Ho dkk. (2025). ESTABLISHMENT OF THE 6-SHOGAOL EXTRACTION PROCESS FROM 6-SHOGAOL-ENRICHED GINGER FOR CANCER TREATMENT. VietNam Military Medical Unisversity doi:10.56535/jmpm.v50i4.1119
- Kim dkk. (2023). Anti-inflammatory effect and signaling mechanism of 8-shogaol and 10-shogaol in a dextran sodium sulfate-induced colitis mouse model. Heliyon doi:10.1016/j.heliyon.2022.e12778
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
![555-66-8 [6]-Shogaol - AMI Scientific](http://amiscientific.com/cdn/shop/files/TCI2510H1771.jpg?v=1767118480&width=1445)