Benfotiamine (TCI B4711) adalah senyawa kimia yang digunakan dalam penelitian farmakologi dan biochemistry. Sebagai analog dari vitamin B1 (tiamin), senyawa ini memiliki peran penting dalam studi metabolisme vitamin B dan efeknya terhadap kesehatan saraf serta fungsi organ. Di laboratorium, Benfotiamine sering digunakan sebagai bahan baku untuk eksperimen terkait penyakit neurodegeneratif, seperti diabetes dan gangguan saraf perifer.
Benfotiamine memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat larut dalam pelarut organik. Karakteristik ini memungkinkan senyawa ini digunakan dalam berbagai reaksi kimia dan proses sintesis. Selain itu, senyawa ini memiliki aktivitas biologis yang signifikan, sehingga menjadi pilihan utama dalam penelitian terapi obat dan efek farmakologis.
Di laboratorium Indonesia, Benfotiamine digunakan dalam penelitian terapan klinis dan studi dasar. Bahan ini sangat relevan untuk institusi penelitian yang fokus pada bidang farmakologi, biochemistry, dan kesehatan masyarakat. Ketersediaannya memudahkan para peneliti untuk mengakses bahan yang diperlukan untuk eksperimen ilmiah yang mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Brosur TCI (PDF)
- Obesity_Diabete Research Reagents 2026-07-10 · hal. 1
- Vitamins for Research and Experimental Use 2025-06-27 · hal. 3
- Pharmaceutical Ingredients for Research and Experimental Use 2026-03-09 · hal. 43
- Reagents for Biological Research 2025-03-11 · hal. 51
- Penelitian tentang efek farmakologis vitamin B1 pada sistem saraf manusia
- Pengembangan obat untuk penyakit neurodegeneratif seperti diabetes dan neuropati
- Studi metabolisme vitamin B dalam tubuh manusia
- Eksperimen terkait mekanisme kerja senyawa antioksidan dalam tubuh
- Uji klinis awal untuk pengobatan gangguan saraf perifer
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 22457-89-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Pharmaceutical Research Reagents |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padatan |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Benfotiamine harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari paparan cahaya dan kelembapan. Penyimpanan dalam suhu kamar yang stabil sangat disarankan. Wadah harus terlindungi dari udara bebas dan kontaminasi silang. Dalam laboratorium, senyawa ini harus dianggap sebagai bahan kimia yang perlu dihandle dengan hati-hati, terutama saat penggunaan dalam skala besar atau reaksi kimia. Penggunaan masker dan sarung tangan disarankan untuk meminimalkan risiko paparan.
- Chakrabarti dkk. (2010). Preventive effects of benfotiamine in chronic diabetic complications. Journal of Diabetes Investigation doi:10.1111/j.2040-1124.2010.00077.x
- Serhiyenko (2018). Benfotiamine and Type 2 Diabetes Mellitus. MOJ Public Health doi:10.15406/mojph.2018.07.00200
- &NA; (2003). Benfotiamine prevents diabetic retinopathy. Inpharma Weekly doi:10.2165/00128413-200313860-00013
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
Kategori Produk
- Biochemicals and ReagentsPharmaceutical Research Reagents (for Experimental Use)Pharmaceutical Research Reagents (Others)
- Biochemicals and ReagentsVitamins and Related CompoundsVitamin Derivatives
- Cell BiologyNutrition ResearchVitamins [Nutrition Research]
- Cell BiologyObesity and Diabetes ResearchAdvanced Glycation End-products (AGEs) Formation Inhibitors
- Cell BiologyParaptosis
- Pharmaceutical Development and Drug Discovery ResearchPharmaceutical Research Reagents (for Experimental Use)Pharmaceutical Research Reagents (Others)








