TCI N0817 Norfloxacin adalah antibiotik sintetis dari golongan fluorokuinolon, yaitu kelompok kuinolon yang membawa atom fluor dan cincin piperazin pada kerangka intinya. Di laboratorium, norfloksasin dipakai sebagai senyawa acuan dan reagen biokimia untuk mempelajari aktivitas antibakteri, mekanisme kerja kuinolon, serta resistansi mikroba. Senyawa ini bekerja dengan menghambat enzim DNA girase dan topoisomerase IV bakteri. Kedua enzim ini berperan penting dalam replikasi DNA, sehingga penghambatannya menyebabkan pertumbuhan bakteri terhenti.
Norfloksasin dipilih karena mekanisme kerjanya sudah terdokumentasi dengan baik. Karena itu, senyawa ini dapat menjadi kontrol positif yang andal dalam uji antibakteri dan pembanding bagi kandidat antibiotik baru. Kerangka fluorokuinolonnya juga menarik bagi kimiawan medisinal, karena gugus piperazin dan asam karboksilatnya dapat dimodifikasi untuk menghasilkan turunan baru. Selain itu, norfloksasin sering digunakan sebagai analit target dalam pengembangan metode analisis residu antibiotik pada sampel lingkungan dan pangan.
Di Indonesia, bahan ini relevan bagi laboratorium mikrobiologi, farmasi, kimia analitik, dan lingkungan. Contohnya uji kepekaan bakteri, studi resistansi antimikroba, validasi metode kromatografi untuk residu antibiotik pada produk perikanan atau peternakan, serta riset fotodegradasi obat dalam air limbah. Produk ini ditujukan untuk penelitian dan tidak untuk penggunaan klinis pada manusia maupun hewan. Kemasan 5g dan 25g tersedia sesuai kebutuhan.
- Kontrol positif uji antibakteri: mekanisme penghambatan DNA girase yang sudah dikenal menjadikannya pembanding tepercaya dalam uji difusi maupun dilusi.
- Studi resistansi antimikroba: peneliti dapat memakai norfloksasin untuk menyeleksi dan mengkarakterisasi galur bakteri yang resistan terhadap fluorokuinolon.
- Standar analitik untuk residu antibiotik: senyawa ini digunakan dalam pengembangan dan validasi metode HPLC atau LC-MS untuk mendeteksi residu pada pangan dan lingkungan.
- Sintesis turunan fluorokuinolon: gugus piperazin dan karboksilatnya dapat dimodifikasi untuk membuat analog baru dalam riset kimia medisinal.
- Riset degradasi obat di lingkungan: norfloksasin sering menjadi senyawa model dalam studi fotokatalisis, adsorpsi, dan pengolahan air limbah farmasi.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry) |
|---|---|
| Nomor CAS | 70458-96-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Antibiotics |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | padatan/serbuk (rujuk lembar data produk untuk detail) |
| Penyimpanan | wadah tertutup rapat, tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya |
Simpan norfloksasin dalam wadah asli yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya, karena fluorokuinolon dapat mengalami fotodegradasi. Saat menimbang serbuk, gunakan sarung tangan, masker atau lemari asam, kacamata pelindung, dan jas laboratorium untuk menghindari paparan debu. Siapkan larutan stok sesuai kebutuhan dan beri label yang jelas. Limbah yang mengandung antibiotik jangan dibuang langsung ke saluran air, karena dapat mendorong resistansi di lingkungan. Baca SDS sebelum digunakan.
- Kim dkk. (2005). Antibacterial activity of polymers with norfloxacin moieties against native and norfloxacin‐tolerance‐induced bacteria. Journal of Applied Polymer Science doi:10.1002/app.21543
- Sobczak dkk. (2008). Synthesis and Structural Analysis of Polyester Prodrugs of Norfloxacin. Molecules doi:10.3390/molecules13010096
- Case Medical Research (2019). Norfloxacin With Itopride Versus Norfloxacin in Secondary Prophylaxis of Spontaneous Bacterial Peritonitis. Case Medical Research doi:10.31525/ct1-nct04161768
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
