Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 13292-46-1

Rifampicin, CAS 13292-46-1, TCI R0079

Rifampicin, CAS 13292-46-1, TCI R0079

Identitas Kimia

No. CAS
13292-46-1
PubChem
CID 135876149·SID 87560354
Rumus molekul
C43H58N4O12
Berat molekul
822.9 g/mol
Kemurnian
>98.0%(T)
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
[(7S,9E,11S,12R,13S,14R,15R,16R,17S,18S,19E,21E)-2,15,17,27,29-pentahydroxy-11-methoxy-3,7,12,14,16,18,22-heptamethyl-26-[(E)-(4-methylpiperazin-1-yl)iminomethyl]-6,23-dioxo-8,30-dioxa-24-azatetracyclo[23.3.1.14,7.05,28]triaconta-1(29),2,4,9,19,21,25,27-o
SMILES
C[C@H]1/C=C/C=C(/C(=O)NC2=C(C(=C3C(=C2O)C(=C(C4=C3C(=O)[C@](O4)(O/C=C/[C@@H]([C@H]([C@H]([C@@H]([C@@H]([C@@H]([C@H]1O)C)O)C)OC(=O)C)C)OC)C)C)O)O)/C=N/N5CCN(CC5)C)\C
InChIKey
JQXXHWHPUNPDRT-SBMPKVQQSA-N
Harga reguler Rp 1.961.400,00
Harga reguler Rp 1.387.050,00 Harga obral Rp 1.961.400,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Rifampicin adalah senyawa antibiotik yang digunakan secara luas dalam penelitian biokimia dan mikrobiologi. Sebagai salah satu anggota keluarga rifamid, Rifampicin bekerja dengan menghambat sintesis asam nukleat, terutama RNA, pada bakteri. Bahan ini sering digunakan dalam uji sensitivitas bakteri, pengembangan obat, dan penelitian tentang mekanisme resistensi antibiotik. Karena sifatnya yang kuat dan spesifik, Rifampicin menjadi alat penting dalam laboratorium yang mempelajari mikroba dan interaksi antara obat dan bakteri.

Rifampicin memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat larut dalam pelarut organik seperti etil akrilat atau aseton. Bahan ini juga memiliki daya tahan terhadap kondisi lingkungan yang relatif ekstrem, sehingga memudahkan penyimpanan dan penggunaan dalam berbagai kondisi laboratorium. Karena kemurniannya tinggi dan konsistensi dalam kemasan, Rifampicin menjadi pilihan utama para peneliti yang membutuhkan bahan aktif yang andal dan akurat.

Di laboratorium Indonesia, Rifampicin digunakan dalam berbagai penelitian terkait kesehatan masyarakat, farmakologi, dan mikrobiologi. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium penelitian kesehatan, universitas, dan lembaga riset yang memfokuskan studi tentang pengendalian infeksi dan pengembangan terapi antibiotik. Dengan adanya Rifampicin, peneliti dapat melakukan eksperimen yang lebih akurat dan relevan dengan kebutuhan medis di Indonesia.

  • Uji sensitivitas bakteri untuk menentukan efektivitas antibiotik
  • Penelitian tentang mekanisme resistensi antibiotik pada bakteri patogen
  • Pengembangan obat baru dengan fokus pada target bakteri
  • Analisis kimia untuk mengetahui komposisi dan aktivitas senyawa
  • Pengujian in vitro untuk mengevaluasi efek Rifampicin pada sel mikroba

Dari brosur TCI

  • Penghambat sintesis RNA; digunakan sebagai kontrol pada pewarnaan RNA E. coli

Merek TCI
Nomor CAS 13292-46-1
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Biochemicals and Reagents > Antibiotics
Ukuran kemasan 5g, 25g
Bentuk fisik Serbuk kristalin
Penyimpanan Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan

Data dari brosur TCI

Concentration in LB medium100 µg/mL (E. coli culture, 37°C, 4 hours)

Sumber: TCI brochure LL093 (2025-09-18)

Rifampicin harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, di tempat yang sejuk dan kering. Hindari paparan langsung dari sinar matahari dan kelembapan untuk menjaga stabilitas bahan. Penanganan harus dilakukan dengan sarung tangan dan alat pelindung lainnya untuk menghindari kontak langsung. Pastikan wadah tidak terbuka selama penggunaan untuk mencegah kontaminasi dan kerusakan kualitas.

  • (2019). Antiretrovirals/rifampicin. Reactions Weekly doi:10.1007/s40278-019-59687-z
  • Susanto dkk. (2020). IL-4 Level in Rifampicin-Sensitive and Rifampicin-Resistant Lung Tuberculosis Patients. INDONESIAN JOURNAL OF CLINICAL PATHOLOGY AND MEDICAL LABORATORY doi:10.24293/ijcpml.v27i1.1606
  • MORISAKI dkk. (1993). Inactivated products of rifampicin by pathogenic Nocardia spp.: Structures of glycosylated and phosphorylated metaholites of rifampicin and 3-formylrifamycin SV.. The Journal of Antibiotics doi:10.7164/antibiotics.46.1605

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.