TCI C2255 Chloramphenicol adalah antibiotik berspektrum luas yang telah lama menjadi reagen pokok di laboratorium mikrobiologi dan biologi molekuler. Senyawa ini bekerja dengan mengikat subunit ribosom 50S bakteri dan menghambat aktivitas peptidil transferase, sehingga sintesis protein terhenti. Di luar konteks pengujian antimikroba, kloramfenikol memiliki peran yang sangat penting sebagai penanda seleksi pada rekayasa genetika, karena banyak plasmid dan vektor kloning membawa gen ketahanan kloramfenikol yang memungkinkan peneliti menyaring sel bakteri hasil transformasi secara efisien.
Karakteristik yang membuatnya begitu diandalkan adalah kestabilannya yang tinggi dibandingkan banyak antibiotik lain. Kloramfenikol tahan terhadap pemanasan singkat, tidak mudah terurai pada rentang pH kerja laboratorium, dan larutan induknya dalam etanol dapat disimpan cukup lama tanpa kehilangan potensi berarti. Sifat ini memudahkan penyiapan media dan menjaga keterulangan hasil antarpercobaan. Spektrum aktivitasnya mencakup bakteri Gram-positif, Gram-negatif, maupun beberapa organisme intraseluler, sehingga penerapannya luas. Kloramfenikol juga bersifat bakteriostatik, sebuah karakter yang berguna pada percobaan penghambatan sintesis protein terkendali.
Laboratorium di Indonesia menggunakan kloramfenikol pada penelitian biologi molekuler, kultur sel dan jaringan, pengujian mutu pangan, serta laboratorium mikrobiologi klinis dan veteriner. Tersedianya kemasan 25 g dan 250 g memberi keleluasaan: kemasan kecil sesuai untuk laboratorium riset yang menyiapkan larutan induk secara berkala, sedangkan kemasan besar sangat ekonomis bagi laboratorium produksi media, fasilitas kultur sel, atau unit pengujian rutin dengan volume kerja tinggi.
Brosur TCI (PDF)
- Immunology Research Reagents 2026-06-03 · hal. 10
- Plant Research Reagents 2026-02-24 · hal. 15
- Antimicrobials and Antitumor Agents for Research and Experimental Use 2025-04-24 · hal. 4
- Pharmaceutical Ingredients for Research and Experimental Use 2026-03-09 · hal. 5
- Penanda seleksi pada kloning molekuler, karena banyak plasmid membawa gen ketahanan kloramfenikol sehingga koloni hasil transformasi dapat disaring dengan andal.
- Amplifikasi plasmid bernomor salinan rendah, sebab penghambatan sintesis protein memungkinkan replikasi plasmid berlanjut sementara pertumbuhan sel bakteri tertahan.
- Komponen antibiotik pada media kultur sel dan jaringan, membantu mencegah kontaminasi bakteri selama pemeliharaan biakan dalam jangka panjang.
- Uji kepekaan antimikroba dan penelitian resistensi, karena kloramfenikol merupakan antibiotik acuan penting dalam panel pengujian mikrobiologi klinis.
- Bahan pembanding pada analisis residu antibiotik dalam pangan menggunakan HPLC atau LC-MS di laboratorium pengujian mutu dan keamanan pangan.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 56-75-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Antibiotics |
| Ukuran kemasan | 25 g dan 250 g |
| Bentuk fisik | serbuk kristalin |
| Penyimpanan | tempat sejuk dan kering, wadah tertutup rapat, terlindung dari cahaya |
Simpan kloramfenikol dalam wadah aslinya yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya langsung. Serbuknya cukup stabil pada suhu ruang terkendali, namun larutan induk yang umumnya dibuat dalam etanol sebaiknya disimpan pada suhu rendah dan dilindungi cahaya, lalu dibagi menjadi alikuot kecil untuk menghindari kontaminasi berulang. Penimbangan harus dilakukan di lemari asam atau kabinet penimbangan bubuk karena serbuk halus antibiotik ini tidak boleh terhirup. Gunakan sarung tangan, masker, kacamata pelindung, dan jas laboratorium selama penanganan. Limbah kloramfenikol dikumpulkan terpisah dan tidak dibuang langsung ke saluran air.
- Amelin dkk. (2020). Simultaneous Determination of the Residual Amounts of Chloramphenicol and Chloramphenicol Palmitate in Food Products using Liquid Chromatography–Mass Spectrometry. Moscow University Chemistry Bulletin doi:10.3103/s0027131420060024
- Liphshitz dkk. (1991). Anaphylactic reaction following application of chloramphenicol eye ointment. British Journal of Ophthalmology doi:10.1136/bjo.75.1.64-a
- Yeo dkk. (1994). The in vitro antimalarial activity of chloramphenicol against Plasmodium falciparum. Acta Tropica doi:10.1016/0001-706x(94)90039-6
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
Kategori Produk
- Biochemicals and ReagentsAntibioticsAntibiotics (Chemical Structure Class)
- Biochemicals and ReagentsPharmaceutical Research Reagents (for Experimental Use)Antimicrobial Ingredients (for Research and Experimental Use)
- Biochemicals and Reagents
- MicrobiologyAntibioticsAntibiotics (Chemical Structure Class)
- Molecular BiologyPlant BiotechnologyPlant Tissue Culture
- Pharmaceutical Development and Drug Discovery ResearchPharmaceutical Research Reagents (for Experimental Use)Antimicrobial Ingredients (for Research and Experimental Use)
- Pharmaceutical Development and Drug Discovery ResearchAntibioticsAntibiotics (Chemical Structure Class)







