Posaconazole dari TCI adalah senyawa antijamur golongan triazol generasi baru yang digunakan sebagai reagen riset di laboratorium. Senyawa ini bekerja dengan menghambat enzim lanosterol 14α-demetilase (CYP51) pada jamur, enzim kunci dalam biosintesis ergosterol yang merupakan komponen penting membran sel jamur. Dalam katalog TCI, posaconazole dikelompokkan dalam kategori antibiotik, dan di laboratorium dipakai untuk studi mikrobiologi, farmakologi, serta sebagai standar pembanding dalam pengembangan agen antijamur baru. Produk ini hanya untuk keperluan riset.
Posaconazole dikenal memiliki spektrum aktivitas antijamur yang luas, mencakup berbagai khamir dan kapang, termasuk sejumlah jamur yang kurang responsif terhadap triazol lama. Struktur molekulnya yang besar dengan rantai samping panjang menjadikannya menarik untuk kajian interaksi dengan situs aktif enzim CYP51 maupun studi resistensi. Karena profil farmakologinya telah banyak dipublikasikan, posaconazole sering dipakai sebagai kontrol positif dalam uji kepekaan antijamur dan sebagai senyawa acuan dalam penelitian metabolisme obat yang melibatkan enzim sitokrom P450.
Di Indonesia, di mana infeksi jamur menjadi perhatian penting pada iklim tropis yang lembap, posaconazole relevan bagi laboratorium mikrobiologi, farmasi, dan kedokteran yang meneliti jamur patogen serta mekanisme resistensinya. Kemasan 10 mg dan 50 mg cukup untuk uji kepekaan in vitro, pengembangan metode analisis kromatografi, maupun riset penemuan senyawa antijamur dari bahan alam Indonesia yang memerlukan pembanding standar.
- Uji kepekaan antijamur in vitro: posaconazole berfungsi sebagai kontrol positif dalam uji mikrodilusi untuk menilai sensitivitas isolat khamir dan kapang terhadap golongan triazol.
- Studi mekanisme resistensi jamur: karena menargetkan CYP51, senyawa ini membantu peneliti mempelajari mutasi atau ekspresi berlebih enzim yang menyebabkan resistensi azol.
- Pembanding dalam penapisan antijamur bahan alam: ekstrak tumbuhan atau senyawa isolat dapat dibandingkan aktivitasnya terhadap posaconazole sebagai standar yang profilnya sudah dikenal.
- Penelitian interaksi dan metabolisme obat: posaconazole dikenal berinteraksi dengan enzim sitokrom P450 sehingga berguna dalam studi inhibisi enzim metabolisme secara in vitro.
- Pengembangan metode analisis farmasi: senyawa ini dapat dipakai sebagai standar acuan dalam penyusunan dan validasi metode HPLC atau LC-MS untuk analisis triazol.
| Merek | TCI (kode produk P2477) |
|---|---|
| Nomor CAS | 171228-49-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Antibiotics |
| Ukuran kemasan | 10mg, 50mg |
| Bentuk fisik | padatan |
| Penyimpanan | simpan sesuai suhu pada label, dalam wadah tertutup rapat, kering, dan terlindung dari cahaya |
Simpan posaconazole dalam wadah asli yang tertutup rapat, kering, terlindung dari cahaya, dan pada suhu yang tercantum di label. Saat menyiapkan larutan stok, gunakan pelarut yang sesuai, beri label lengkap, dan simpan dalam alikuot untuk menghindari siklus beku-cair berulang. Karena merupakan senyawa aktif farmakologis, gunakan sarung tangan, jas laboratorium, dan kacamata pelindung, serta hindari menghirup debu. Kultur jamur yang telah diuji harus dimusnahkan sesuai prosedur biosafety.
- Bretagne (2008). Posaconazole : un nouvel antifongique pour quelles indications ?. Antibiotiques doi:10.1016/j.antib.2007.12.001
- (2006). Where will posaconazole find its place?. Mycoses doi:10.1111/j.1439-0507.2006.01291.x
- (2019). Antineoplastics/posaconazole/steroids. Reactions Weekly doi:10.1007/s40278-019-66420-1
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
