Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 5735-41-1

2-(Hydroxymethyl)phenylboronic Acid Cyclic Monoester TCI H1280

2-(Hydroxymethyl)phenylboronic Acid Cyclic Monoester TCI H1280

Identitas Kimia

No. CAS
5735-41-1
PubChem
CID 403788·SID 125307398
Rumus molekul
C7H7BO2
Berat molekul
133.94 g/mol
Kemurnian
>97.0%(HPLC)(T)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
1-hydroxy-3H-2,1-benzoxaborole
SMILES
B1(C2=CC=CC=C2CO1)O
InChIKey
XOQABDOICLHPIS-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 980.700,00
Harga reguler Harga obral Rp 980.700,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

2-(Hydroxymethyl)phenylboronic Acid Cyclic Monoester adalah bentuk siklik dari asam boronat aromatik yang gugus hidroksimetil pada posisi orto-nya telah menutup membentuk cincin oksaborol beranggota lima. Struktur ini termasuk keluarga benzoksaborol, salah satu kerangka heterosiklik berbasis boron yang paling banyak dipelajari dalam dua dekade terakhir. Di laboratorium, bahan ini berfungsi sebagai building block heterosiklik untuk membangun molekul bioaktif, sebagai reseptor pengikat diol pada sensor kimia, dan sebagai pereaksi organoboron pada reaksi penggandengan silang yang umum dilakukan pada sintesis organik modern.

Karakteristik yang membuat senyawa ini dipilih adalah perilaku atom boronnya. Dalam bentuk siklik, atom boron trigonal planar sangat mudah berubah menjadi bentuk tetrahedral anionik ketika mengikat gugus diol atau ion hidroksida, dan konversi ini terjadi pada pH yang lebih mendekati kondisi fisiologis dibandingkan asam boronat aril biasa. Sifat itu menghasilkan afinitas pengikatan karbohidrat yang lebih baik, kelarutan yang memadai di media berair, serta stabilitas penyimpanan yang lebih tinggi karena bentuk siklik terlindung dari trimerisasi boroksin yang lazim mengganggu asam boronat bebas.

Di Indonesia, senyawa ini banyak diminati oleh kelompok riset kimia medisinal, kimia sensor, dan bioanalisis, terutama pada pengembangan sensor glukosa serta penelitian senyawa antimikroba dan antijamur berbasis boron. Kemasan 1 g dan 5 g memang dirancang untuk keperluan riset, di mana kebutuhan per reaksi biasanya hanya beberapa puluh hingga ratusan miligram, sehingga satu botol dapat menopang serangkaian percobaan optimasi cukup panjang.

Brosur TCI (PDF)

  • Sintesis senyawa kandidat obat berbasis boron, karena kerangka benzoksaborol merupakan farmakofor yang terbukti relevan pada riset antimikroba dan antijamur.
  • Pembuatan sensor dan probe pengikat diol, sebab atom boronnya berikatan reversibel dengan gugus diol pada gula sehingga menghasilkan sinyal pengenalan selektif.
  • Reaksi penggandengan silang tipe Suzuki–Miyaura, karena unit asam boronat aromatiknya dapat berperan sebagai mitra transmetalasi terhadap halida aril.
  • Sintesis pustaka senyawa heterosiklik, karena cincin oksaborolnya dapat dibuka dan difungsionalisasi lebih lanjut untuk memperluas keragaman struktur molekul.
  • Kajian material responsif dan hidrogel, sebab ikatan boronat–diol yang reversibel memberikan sifat swa-pulih serta responsif terhadap perubahan pH lingkungan.

Merek TCI
Nomor CAS 5735-41-1
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 1 g dan 5 g
Bentuk fisik padatan kristalin; konfirmasi pada Certificate of Analysis lot yang diterima
Penyimpanan wadah tertutup rapat, tempat sejuk dan kering, terlindung dari kelembapan

Simpan di dalam wadah asli yang tertutup rapat, pada tempat sejuk, kering, dan terhindar dari cahaya matahari langsung. Senyawa boron organik cenderung menyerap uap air dan dapat terhidrolisis membuka cincin bila terpapar kelembapan tinggi, sehingga penggunaan desikator atau botol dengan segel baik sangat dianjurkan di iklim tropis. Lakukan penimbangan secara cepat, tutup kembali wadah segera setelah selesai, dan hindari mengembalikan sisa bahan ke botol induk. Gunakan sarung tangan, kacamata pengaman, dan jas laboratorium, serta bekerja di lemari asam untuk mencegah terhirupnya serbuk halus.

  • Gao dkk. (2016). ChemInform Abstract: Dinuclear Triphenylphosphine‐Cyclopalladated 2,4‐Dichloropyrimidine Complex with a Pd—Pd Bond: Synthesis, Crystal Structure, and Application in Suzuki Reaction of 3‐(Hydroxymethyl)phenylboronic Acid in Water.. ChemInform doi:10.1002/chin.201606123
  • Gao dkk. (2015). Dinuclear Triphenylphosphine‐Cyclopalladated 2,4‐Dichloropyrimidine Complex with a Pd–Pd Bond: Synthesis, Crystal Structure, and Application in Suzuki Reaction of 3‐(Hydroxymethyl)phenylboronic Acid in Water. Bulletin of the Korean Chemical Society doi:10.1002/bkcs.10426

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.