TCI H1337 dengan nomor CAS 14113-05-4 adalah trans-10-Hydroxy-2-decenoic Acid, sebuah asam lemak tak jenuh berantai sepuluh karbon yang membawa gugus hidroksi pada ujung rantainya. Senyawa ini dikenal luas sebagai komponen khas royal jelly, sekresi lebah madu yang menjadi pakan ratu lebah, dan sering disebut sebagai penanda mutu utama produk tersebut. Di laboratorium, bahan ini berperan ganda: sebagai standar pembanding analitik untuk penentuan kadar dalam produk royal jelly, sekaligus sebagai senyawa uji dalam penelitian aktivitas biologis yang menelaah sifat antimikroba, antiinflamasi, dan pengaruhnya terhadap diferensiasi sel.
Sifat yang membuatnya dipilih adalah struktur amfifiliknya yang menggabungkan rantai hidrokarbon dengan gugus karboksilat pada satu ujung dan gugus hidroksi primer pada ujung lainnya. Ikatan rangkap pada posisi dua dengan konfigurasi trans memberikan sistem karbonil tak jenuh terkonjugasi yang meningkatkan reaktivitasnya terhadap nukleofil sekaligus berkaitan erat dengan aktivitas biologis yang dilaporkan. Dua gugus fungsi yang saling berjauhan memungkinkan modifikasi selektif pada masing-masing ujung, misalnya esterifikasi karboksilat atau oksidasi gugus hidroksi. Kemurnian dan kejelasan konfigurasi geometrinya menjadikannya standar yang andal untuk analisis kromatografi.
Di Indonesia, senyawa ini sangat relevan bagi laboratorium pengujian mutu produk perlebahan, laboratorium pangan fungsional, serta kelompok riset farmasi bahan alam. Indonesia merupakan produsen dan konsumen produk lebah yang cukup besar, sehingga kebutuhan standar pembanding untuk verifikasi keaslian dan mutu royal jelly terus ada. Kemasan 200 mg sangat sesuai dengan penggunaannya sebagai standar analitik, di mana bahan hanya diperlukan dalam jumlah kecil namun dengan mutu yang terjamin.
- Standar pembanding penentuan kadar dalam royal jelly, karena senyawa ini merupakan penanda mutu utama yang diacu untuk menilai keaslian produk perlebahan.
- Analisis kromatografi cair kinerja tinggi pada pengujian pangan fungsional, sebab gugus karbonil terkonjugasinya memberikan serapan ultraviolet yang memudahkan deteksi kuantitatif.
- Penelitian aktivitas antimikroba senyawa bahan alam, karena asam lemak hidroksi rantai sedang ini dilaporkan memiliki efek hambat terhadap sejumlah mikroorganisme.
- Kajian aktivitas antiinflamasi dan imunomodulasi pada penelitian farmakologi, sebab senyawa ini menjadi fokus studi yang menelusuri manfaat biologis royal jelly.
- Bahan awal sintesis turunan asam lemak terfungsionalisasi, karena gugus karboksilat dan hidroksinya terletak berjauhan sehingga dapat dimodifikasi secara terpisah dan selektif.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 14113-05-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 200 mg |
| Bentuk fisik | padatan |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk dan kering, terlindung dari cahaya, wadah tertutup rapat |
Simpan senyawa ini dalam wadah aslinya yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya, karena asam lemak tak jenuh rentan terhadap oksidasi dan isomerisasi bila terpapar udara maupun sinar. Penyimpanan pada suhu rendah di dalam wadah kaca gelap sangat dianjurkan, terlebih karena bahan ini umumnya dipakai sebagai standar analitik yang menuntut kestabilan mutu. Biarkan wadah mencapai suhu ruang sebelum dibuka agar tidak terjadi pengembunan di dalamnya. Gunakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium selama penanganan.
—
