N-(2-Hydroxyethyl)maleimide adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa organik. Senyawa ini memiliki struktur molekul yang memungkinkan reaksi kimia yang sangat spesifik, terutama dalam reaksi dengan grup amina atau hidroksil. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan pembangun untuk menghasilkan senyawa kompleks seperti polimer, obat, atau senyawa farmakologis.
N-(2-Hydroxyethyl)maleimide memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, tetapi sangat reaktif terhadap berbagai kondisi lingkungan. Struktur molekulnya yang memiliki gugus maleimida memungkinkan reaksi adisi dan substitusi yang sangat berguna dalam sintesis senyawa kompleks. Karena sifat reaktivitasnya, senyawa ini dipilih untuk aplikasi yang membutuhkan reaksi kimia yang presisi dan efisien.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam berbagai penelitian ilmiah, termasuk bidang farmasi, kimia organik, dan material. Ketersediaannya dalam bentuk kecil seperti 1g dan 5g memudahkan peneliti dalam penggunaan skala kecil hingga menengah. Senyawa ini menjadi bagian penting dalam eksperimen yang memerlukan bahan dasar yang spesifik dan konsisten.
- Sintesis senyawa farmakologis yang memerlukan reaksi dengan grup amina
- Pembuatan polimer dengan struktur tertentu melalui reaksi adisi
- Pengembangan bahan kimia untuk aplikasi industri seperti cat atau pelapis
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa organik dalam kondisi tertentu
- Pembuatan senyawa intermediet untuk produksi obat atau bahan aktif farmakologis
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1585-90-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
N-(2-Hydroxyethyl)maleimide harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan udara dan sinar matahari langsung. Karena sifat reaktivitasnya, senyawa ini harus ditangani dengan hati-hati, menggunakan alat pelindung seperti sarung tangan dan masker. Penyimpanan dalam lingkungan yang stabil akan memastikan kualitas dan keamanan senyawa selama penggunaan.
—
