9-Hydroxyandrost-4-ene-3,17-dione adalah senyawa steroid yang digunakan dalam berbagai eksperimen biokimia dan penelitian ilmiah. Bahan ini memiliki struktur kimia kompleks yang memungkinkannya berperan dalam studi metabolisme steroid, terutama dalam proses konversi androgen ke estrogen. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa aktif biologis atau sebagai reagen dalam analisis kuantitatif hormon.
Senyawa ini memiliki sifat kimia stabil dalam kondisi tertentu, namun sangat sensitif terhadap paparan oksidatif dan sinar UV. Karena struktur kimianya yang spesifik, senyawa ini memungkinkan reaksi kimia yang presisi dalam berbagai proses sintesis dan analisis. Ketersediaan dalam bentuk padat dan kemurniannya yang tinggi membuatnya menjadi pilihan yang baik untuk eksperimen yang membutuhkan presisi tinggi.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian terkait endokrinologi, farmakologi, dan biokimia. Peneliti di berbagai institusi pendidikan dan lembaga riset sering memanfaatkan bahan ini untuk memahami mekanisme kerja hormon steroid dan efeknya terhadap metabolisme tubuh.
- Digunakan dalam sintesis senyawa steroid untuk penelitian farmakologis
- Cocok untuk analisis kuantitatif hormon dalam sampel biologis
- Berperan dalam studi metabolisme steroid di bidang endokrinologi
- Dapat digunakan dalam uji aktivitas biologis senyawa steroid
- Memperkaya eksperimen dalam bidang biokimia dan kimia organik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 560-62-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Steroids |
| Ukuran kemasan | 1g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Bahan ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan sinar UV dan oksidator. Penggunaan wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia dianjurkan. Dalam penggunaan, pastikan untuk memakai alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Hindari kontak langsung dengan kulit dan mata, serta pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol.
—

