Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 606-23-5

1,3-Indandione TCI I0012

1,3-Indandione TCI I0012

Identitas Kimia

No. CAS
606-23-5
PubChem
CID 11815·SID 87571422
Rumus molekul
C9H6O2
Berat molekul
146.14 g/mol
Kemurnian
>97.0%(GC)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
indene-1,3-dione
SMILES
C1C(=O)C2=CC=CC=C2C1=O
InChIKey
UHKAJLSKXBADFT-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 3.976.350,00
Harga reguler Harga obral Rp 3.976.350,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

1,3-Indandione adalah senyawa diketon siklik dengan kerangka indan, yaitu cincin benzena yang menyatu dengan cincin lima anggota yang membawa dua gugus karbonil pada posisi 1 dan 3. Di laboratorium sintesis organik, senyawa ini berperan sebagai building block non-heterosiklik yang sangat serbaguna karena atom karbon di posisi 2 terapit oleh dua gugus karbonil sekaligus. Kondisi tersebut menjadikan posisi 2 sebagai pusat metilena aktif yang mudah dideprotonasi dan direaksikan lebih lanjut, sehingga peneliti dapat membangun beragam turunan indandion tersubstitusi dari satu bahan awal yang sama.

Karakteristik yang membuat bahan ini banyak dipilih adalah keasaman proton pada posisi 2 yang jauh lebih tinggi daripada keton biasa, akibat stabilisasi resonansi anion oleh kedua gugus karbonil sekaligus cincin aromatik. Sifat ini membuka jalan bagi reaksi kondensasi Knoevenagel dengan aldehida, adisi Michael, serta pembentukan sistem kromofor terkonjugasi tipe donor–akseptor. Bentuk fisiknya berupa padatan kristalin yang mudah ditimbang dan dipindahkan, serta kelarutannya yang memadai di pelarut organik polar seperti etanol, asetonitril, dan diklorometana memudahkan penyiapan larutan reaksi maupun pemurnian melalui rekristalisasi.

Di laboratorium Indonesia, 1,3-Indandione umum dijumpai pada kelompok riset kimia organik sintesis di perguruan tinggi dan lembaga penelitian yang mengembangkan senyawa berpendar, sensor kolorimetri, maupun kandidat molekul bioaktif. Kemasan 25 g tergolong praktis untuk skala penelitian tesis, disertasi, dan proyek hibah, karena mencukupi banyak seri reaksi tanpa menyisakan stok berlebih yang berisiko menurun mutunya selama penyimpanan panjang di iklim tropis yang lembap.

  • Kondensasi Knoevenagel dengan aldehida aromatik, memanfaatkan metilena aktif di posisi 2 untuk membentuk turunan 2-arilidena yang terkonjugasi luas dan kerap bersifat berwarna.
  • Sintesis kromofor dan zat berpendar tipe donor–akseptor, sebab gugus karbonil ganda bertindak sebagai unit penarik elektron kuat yang menggeser serapan ke panjang gelombang lebih besar.
  • Pengembangan probe atau sensor kolorimetri untuk deteksi anion, kation, maupun amina, karena perubahan struktur pada posisi 2 langsung mengubah warna larutan secara kasatmata.
  • Pembuatan pustaka senyawa turunan indandion dalam riset kimia medisinal, mengingat satu kerangka inti dapat dimodifikasi menjadi puluhan analog dengan prosedur yang relatif seragam.
  • Bahan ajar praktikum kimia organik lanjut mengenai keasaman metilena aktif dan reaksi kondensasi, karena hasil reaksinya berwarna sehingga mudah diamati mahasiswa tanpa instrumen rumit.

Merek TCI
Nomor CAS 606-23-5
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25 g
Bentuk fisik padatan kristalin
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya

Simpan wadah dalam keadaan tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya langsung, sebaiknya di dalam lemari bahan kimia yang berventilasi baik. Gunakan wadah kaca gelap atau wadah asli pabrikan dan hindari kontak dengan bahan pengoksidasi kuat maupun basa kuat. Penimbangan sebaiknya dilakukan di lemari asam atau ruang berventilasi memadai sambil mengenakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium. Tutup kembali wadah segera setelah digunakan agar bahan tidak menyerap uap air dari udara lembap, lalu kembalikan ke tempat penyimpanan semula.

  • Nematollahi dkk. (2001). Electrochemical Study of Bromide in the Presence of 1,3-Indandione. Application to the Electrochemical Synthesis of Bromo Derivatives of 1,3-Indandione. Molecules doi:10.3390/60700639
  • PARTRIDGE dkk. (1992). ChemInform Abstract: Conformational Analysis of 2‐Diphenylacetyl‐1,3‐indandione‐1‐hydrazone and Its Derivatives. ChemInform doi:10.1002/chin.199203061
  • Özbey dkk. (1995). Crystal structures of two azo compounds, 2-methyl-2-(4-bromphenylazo)-1,3-indandione and 2-methyl-2-(4-ethoxyphenylazo)-1,3-indandione. Journal of Chemical Crystallography doi:10.1007/bf01670337

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.