Inosine 5'-Monophosphate Disodium Salt Hydrate, sering disingkat IMP dinatrium, adalah bentuk garam dari nukleotida purin yang tersusun atas basa hipoxantin, gula ribosa, dan satu gugus fosfat pada posisi 5'. Senyawa ini menempati posisi sentral dalam metabolisme purin karena IMP merupakan titik cabang tempat sel menentukan apakah akan membentuk adenosin monofosfat atau guanosin monofosfat. Di laboratorium, IMP dipakai sebagai substrat, standar, maupun komponen medium pada berbagai kajian biokimia, enzimologi, kultur sel, dan ilmu pangan.
Sifat yang membuat bentuk garam dinatrium ini dipilih adalah kelarutannya yang jauh lebih baik dalam air dibanding bentuk asam bebasnya, sehingga larutan induk berkonsentrasi memadai dapat disiapkan dengan cepat untuk uji enzim maupun analisis kromatografi. Bentuk hidrat menandakan adanya molekul air dalam kisi kristalnya, sehingga perhitungan konsentrasi perlu memperhatikan bobot molekul bentuk terhidrasi yang tercantum pada label produk. Bahan ini berupa padatan yang bersifat higroskopis, larut baik dalam dapar berair, dan lazim dipakai sebagai standar pada analisis nukleotida menggunakan kromatografi cair kinerja tinggi.
Di Indonesia, IMP dinatrium digunakan pada laboratorium biokimia perguruan tinggi, laboratorium bioteknologi, serta laboratorium teknologi pangan yang mempelajari nukleotida perisa dan kesegaran produk perikanan, mengingat kandungan IMP kerap dijadikan indikator mutu. Pilihan kemasan 1 g, 5 g, dan 25 g memungkinkan penyesuaian antara kebutuhan penelitian berskala kecil dan pemakaian rutin pada laboratorium pengujian.
- Substrat dan standar pada uji enzim jalur purin seperti IMP dehidrogenase, karena posisinya sebagai titik cabang metabolisme membuatnya relevan bagi banyak sistem enzim.
- Standar acuan pada analisis nukleotida menggunakan kromatografi cair kinerja tinggi, sebab bentuk garamnya larut baik dan memberikan puncak yang stabil serta terulangkan.
- Kajian teknologi pangan mengenai senyawa perisa umami dan indikator kesegaran produk perikanan, mengingat kandungan IMP berubah secara khas selama penyimpanan.
- Komponen tambahan pada medium kultur sel tertentu, karena nukleotida purin dapat mendukung jalur penyelamatan pada sel yang terbatas kemampuan sintesis de novo-nya.
- Bahan awal preparatif untuk sintesis atau konversi enzimatik menuju nukleotida purin lain, memanfaatkan perannya sebagai prekursor bersama adenosin dan guanosin monofosfat.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 352195-40-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Nucleosides, Nucleotides, Oligonucleotides |
| Ukuran kemasan | 1 g, 5 g, dan 25 g |
| Bentuk fisik | padatan, bersifat higroskopis |
| Penyimpanan | simpan dingin dan kering dalam wadah tertutup rapat |
Simpan bahan dalam wadah tertutup rapat di lemari pendingin atau tempat sejuk dan kering sesuai anjuran pada label, serta lindungi dari kelembapan karena garam nukleotida bersifat higroskopis. Sebelum membuka wadah yang baru keluar dari pendingin, biarkan mencapai suhu ruang agar uap air tidak mengembun di dalamnya. Gunakan spatula bersih dan kering, lalu tutup rapat kembali. Larutan induk sebaiknya dibuat dengan air atau dapar bermutu tinggi, dibagi dalam alikuot kecil, dan disimpan beku untuk menghindari siklus beku-cair berulang yang merusak mutu.
- Nair dkk. (2003). Inhibition of inosine monophosphate dehydrogenase (IMPDH) by 2-[2-(Z)-Fluorovinyl]inosine 5′-Monophosphate. Bioorganic & Medicinal Chemistry Letters doi:10.1016/s0960-894x(02)01053-3
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
