Isobutyryl Chloride (TCI I0115) adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia di laboratorium, khususnya dalam sintesis senyawa organik. Bahan ini memiliki struktur kimia yang memungkinkan reaksi substitusi dan reaksi nucleofilik, sehingga sering digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan senyawa kompleks. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai reaktan utama dalam proses pembentukan ester dan senyawa karbonil lainnya.
Isobutyryl Chloride memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun sangat reaktif terhadap air dan bahan kimia polar. Kelebihan utamanya adalah kemampuannya untuk berpartisipasi dalam reaksi substitusi halogen, yang memudahkan peneliti dalam memodifikasi struktur molekul. Sifat ini menjadikannya pilihan yang tepat untuk reaksi kimia yang memerlukan reaktivitas tinggi.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, Isobutyryl Chloride sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama di universitas dan lembaga penelitian yang fokus pada sintesis senyawa baru. Bahan ini juga relevan dalam pengembangan produk farmasi dan bahan kimia industri, yang merupakan bidang utama penelitian di Indonesia.
- Sintesis senyawa ester yang memerlukan reaksi substitusi halogen
- Reaksi nucleofilik untuk pembentukan senyawa karbonil
- Pembuatan bahan baku dalam produksi obat dan bahan kimia industri
- Penelitian tentang struktur molekul dan reaktivitas senyawa organik
- Pengembangan produk farmasi melalui proses sintesis kimia
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 79-30-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 100g, 500g |
| Bentuk fisik | Cairan berwarna jernih |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Isobutyryl Chloride harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, jauh dari paparan sinar matahari langsung. Bahan ini sangat reaktif terhadap air dan bahan kimia polar, sehingga wadah penyimpanannya harus terbuat dari bahan tahan korosi seperti gelas atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam penggunaan, harus menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, serta menghindari kontak langsung dengan kulit dan mata.
—
