Isoprene, dengan nomor CAS 78-79-5, adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam berbagai reaksi kimia di laboratorium. Bahan ini merupakan salah satu dari senyawa dasar yang digunakan dalam sintesis senyawa organik kompleks. Isoprene memiliki struktur molekuler yang sederhana namun sangat penting dalam pembentukan senyawa polimer dan turunannya. Dalam laboratorium, isoprene sering digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa seperti rubber, polimer, dan senyawa aromatik.
Isoprene memiliki sifat kimia yang stabil, tetapi dapat bereaksi dengan berbagai reagen seperti asam, basa, dan oksidator. Karena itu, produk ini telah diproses dengan TBC (tert-butylcatechol) sebagai stabilisator untuk meningkatkan daya tahan terhadap oksidasi dan degradasi. Karakteristik ini membuatnya sangat cocok untuk penggunaan dalam lingkungan laboratorium yang memerlukan kestabilan tinggi.
Di laboratorium Indonesia, isoprene digunakan dalam berbagai penelitian kimia, terutama dalam bidang sintesis senyawa organik, pengembangan bahan polimer, dan penelitian tentang reaksi kimia yang melibatkan senyawa alifatik. Bahan ini menjadi pilihan utama karena ketersediaannya dan kualitasnya yang terjamin.
- Sintesis senyawa polimer seperti karet alami dan sintetis karena struktur molekulnya yang fleksibel
- Reaksi kimia untuk pembentukan senyawa aromatik dan turunannya melalui reaksi substitusi dan adisi
- Pengujian katalis dalam reaksi kimia untuk mengevaluasi efisiensi dan stabilitas katalis
- Penelitian tentang reaksi oksidasi dan reduksi untuk memahami mekanisme reaksi kimia
- Pembuatan bahan baku untuk industri farmasi dan kosmetik yang memerlukan senyawa alifatik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 78-79-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25mL, 500mL |
| Bentuk fisik | Cairan tidak berwarna |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Isoprene harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, jauh dari paparan sinar matahari langsung dan sumber panas. Karena bersifat volatil, wadah harus terkunci dan tidak terbuka secara terus-menerus. Selama penanganan, gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau inhalasi. Pastikan area penyimpanan memiliki ventilasi yang baik dan tidak terkontaminasi oleh bahan kimia lain yang tidak kompatibel.
—
