2-Isopropylphenol adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam berbagai reaksi kimia di laboratorium. Bahan ini termasuk dalam kategori senyawa pembangun non-heterosiklik, yang merupakan bahan dasar untuk sintesis senyawa kompleks lainnya. Dalam laboratorium, 2-Isopropylphenol sering digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan senyawa aromatik dan turunannya. Karena sifatnya yang reaktif, senyawa ini juga digunakan dalam reaksi substitusi dan oksidasi.
2-Isopropylphenol memiliki struktur molekul yang stabil namun masih memiliki kemampuan untuk bereaksi dengan berbagai reagen kimia. Senyawa ini memiliki aroma khas yang dapat mengganggu, sehingga perlu diperhatikan dalam penggunaannya. Karakteristiknya yang mudah larut dalam pelarut organik menjadikannya sangat cocok untuk berbagai aplikasi laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, 2-Isopropylphenol digunakan dalam penelitian kimia organik, sintesis senyawa baru, serta dalam pengembangan produk kimia industri. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium universitas dan perusahaan riset yang fokus pada bidang kimia murni dan terapan.
- Sintesis senyawa aromatik kompleks untuk penelitian kimia organik
- Pembuatan bahan aktif dalam formulasi produk farmasi dan kosmetik
- Reaksi substitusi dan oksidasi dalam proses pengembangan senyawa baru
- Pengujian katalis dan reaktivitas senyawa organik dalam kondisi tertentu
- Penelitian tentang sifat kimia dan reaktivitas senyawa aromatik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 88-69-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
2-Isopropylphenol harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, jauh dari paparan sinar matahari langsung. Bahan ini bersifat iritatif dan memerlukan penanganan yang hati-hati, termasuk penggunaan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Karena sifatnya yang mudah bereaksi, bahan ini harus disimpan terpisah dari bahan kimia yang bersifat oksidatif atau reduktif.
- Choi dkk. (2004). Aquatic toxicity of four alkylphenols (3‐tert‐butylphenol, 2‐isopropylphenol, 3‐isopropylphenol, and 4‐isopropylphenol) and their binary mixtures to microbes, invertebrates, and fish. Environmental Toxicology doi:10.1002/tox.10150
- Zenkevich dkk. (2018). Chromato–Mass Spectrometric Identification of Unusual Products of 4-Isopropylphenol Oxidation in Aqueous Solutions. Russian Journal of General Chemistry doi:10.1134/s1070363218010024
- Azerbaijan State Pedagogical University, Faculty of Chemistry dkk. (2025). Extraction-Spectrophotometric Determination of Titanium With 2,6-Dimercapto-4-Isopropylphenol and Hydrophobic Amines. Chemistry Research and Practice doi:10.64030/3065-906x.02.01.05
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

